REPORTASENTT.COM, ADONARA,– Veteran Pembela Kemerdekaan Republik Indonesia Angkatan 1966/1967, Sersan Kepala (Serka) Yohanes Hena Beda, dimakamkan secara militer di Desa Watoone, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (3/8/2026). Prosesi penghormatan dipimpin jajaran Koramil 1624-02 Adonara Timur/Waiwerang.
Upacara pemakaman berlangsung khidmat dengan inspektur upacara Danramil 1624-02 Adonara Timur/Waiwerang.
Penghormatan terakhir dipimpin Serma Ama Rate. Tidak dilakukan tembakan salvo karena almarhum berasal dari unsur masyarakat sipil nonmiliter yang kemudian memperoleh pengakuan negara sebagai veteran.
Sejumlah veteran eks Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) Angkatan 1965 turut hadir dalam prosesi tersebut.
Dari puluhan warga Adonara yang pernah bergabung dalam TNKU pada masa konfrontasi Indonesia-Malaysia, kini hanya tersisa empat orang yang masih hidup, termasuk rekan-rekan seperjuangan almarhum.
Yohanes Hena Beda merupakan salah seorang warga sipil yang direkrut di bawah koordinasi Komando Operasi TNI Angkatan Laut untuk bergabung dalam TNKU saat berlangsung Operasi Dwikora pada 1965.
Baca Juga: Tuduhan Suanggi Picu Perselisihan Warga di Kupang, Polisi Tempuh Mediasi untuk Redam Konflik
Bersama ratusan sukarelawan dari berbagai daerah, mereka diterjunkan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia untuk mendukung perjuangan mempertahankan kedaulatan negara.
Dalam perjalanan tugasnya, Yohanes Hena Beda sempat ditawan tentara Inggris di wilayah Malaysia pada Desember 1966.
Ia kemudian dibebaskan pada Maret 1967 dan dipulangkan ke masyarakat bersama sejumlah rekannya.