REPORTASENTT.COM, WAINGAPU,- Seorang tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Hilda Clarissa, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah komentar yang diduga ditulisnya di media sosial memicu gelombang kritik dari masyarakat.
Nama Hilda menjadi sorotan setelah sebuah komentar yang diduga berasal dari akun miliknya beredar luas di berbagai platform media sosial.
Kalimat tersebut dinilai tidak memiliki empati dan dianggap tidak pantas disampaikan oleh tenaga kesehatan.
Baca Juga: Polisi Intensifkan Patroli Malam di Adonara Timur, Warga Titip Harapan Soal Konflik
Komentar yang ramai diperbincangkan berbunyi, "Yang selalu kosong ada noh, kamar jenazah." Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memicu reaksi keras dari warganet.
Polemik bermula saat unggahan almarhum Yurizal Tri Chaerawan mengenai pelayanan kesehatan kembali viral.
Dalam video yang beredar, Yurizal mengaku harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap meski telah menjalani proses pelayanan sebagai pasien BPJS.
Keluhan tersebut memancing simpati publik dan memicu berbagai tanggapan di media sosial.
Di tengah derasnya komentar, tulisan yang diduga dibuat Hilda Clarissa menjadi perhatian karena dianggap melukai perasaan keluarga pasien dan masyarakat.
Banyak pengguna media sosial mengecam komentar tersebut.
Artikel Terkait
Seorang Ibu di Sikka Menghilang, Surat untuk Suami dan Anak- anak Ungkap Motif Kepergian
Cegah Konflik Susulan di Manggarai Barat, Polres Dirikan Pos Pengamanan dan Intensifkan Patroli
Polisi Periksa 14 Saksi dalam Kasus Tewasnya Pasutri WN China di Pulau Kelor- Labuan Bajo
Jejak Warga Sumba Timur Bawa 91,65 Gram Serbuk Emas ke Lombok, Polisi Telusuri Modal Rp175 Juta dan Jaringan Tambang Ilegal
Polisi Intensifkan Patroli Malam di Adonara Timur, Warga Titip Harapan Soal Konflik