news

Kisah Natalius Pigai Jadi Inspirasi, Melki Laka Lena: Anak Timur Harus Berani Bermimpi Besar

Selasa, 9 Juni 2026 | 19:03 WIB
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan sambutan saat kuliah umum Menteri HAM Natalius Pigai di Auditorium Bahtera Artha Wacana Kupang.


Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menilai kehadiran Pigai menjadi motivasi besar bagi mahasiswa NTT untuk memiliki cita-cita tinggi dan berani bersaing di tingkat nasional.

 

Baca Juga: Buntut Dadan Hindayana Ditangkap, 41 Dapur MBG Milik Putri Wakil Ketua DPRD Sulsel Didorong Diaudit



Melki mengaku terinspirasi oleh perjalanan hidup Pigai yang mampu menembus batas-batas geografis dan sosial hingga dipercaya menjadi menteri.

“Siapa bilang anak Timur hanya bisa jadi penonton? Hari ini mahasiswa mendengar langsung kisah Pak Natalius Pigai. Dari seorang anak kampung di Papua hingga dipercaya menjadi Menteri HAM. Pesannya sederhana, jangan takut bermimpi besar,” kata Melki.


Menurut Melki, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan dari Jakarta. Kampus-kampus di NTT memiliki potensi besar melahirkan pemimpin, inovator, dan agen perubahan bagi bangsa.

 

Baca Juga: Polri Pastikan Rekrutmen Akpol 2026 Bersih dan Transparan, Tidak Ada Jalur Titipan maupun Kuota Khusus



“Saya percaya dari Kupang dan dari kampus-kampus di NTT akan lahir pemimpin, inovator, serta penggerak perubahan berikutnya,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Melki juga menyoroti tantangan digitalisasi yang dihadapi generasi muda. Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, telah meluncurkan platform Siber Sehat sebagai sarana edukasi, pengawasan, dan perlindungan masyarakat di ruang digital.

Pemerintah daerah juga menggandeng perguruan tinggi, psikolog profesional, dan Rumah Sakit Jiwa Naimata untuk memberikan pendampingan kesehatan mental bagi masyarakat yang terdampak penggunaan teknologi digital.

 

Baca Juga: Satreskrim Polres Lembata Tetapkan Tersangka dalam Kasus Pencabulan Anak, Barang Bukti Diamankan

“Kalau ada mahasiswa atau masyarakat yang terdampak persoalan digital, kami sudah menyiapkan dukungan psikologis dan layanan kesehatan yang bisa diakses,” kata Melki.


Ia mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi juga memahami HAM, menjaga etika di ruang digital, serta memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental.

“Anak-anak muda NTT, mimpi kalian jangan kecil. Karena suatu saat bangsa ini bisa dipimpin oleh kalian,” ujarnya.

 

Baca Juga: Cegah Balap Liar dan Miras, Polisi Sikka Gelar Patroli Presisi di Titik Rawan Kota Maumere


Kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang membahas berbagai isu HAM, perkembangan teknologi digital, serta tantangan perlindungan hak warga negara di era modern.

Halaman:

Tags

Terkini