Menurut Ferdinandus, apa yang dilakukan oleh klub bukan sekadar aksi simbolis, melainkan bentuk solidaritas yang tumbuh dari hati.
Ia menyebut bahwa empati dan kepedulian harus menjadi fondasi kuat dalam membangun hubungan antara klub dan masyarakat.
Baca Juga: Duka di Kaki Lewotobi: Hendrikus Kwuta, Korban Abu Panas, Tutup Usia
Bagi para pengungsi, kehadiran Ferdinandus dan tim Flores United FC menjadi angin segar di tengah kelelahan dan ketidakpastian.
Banyak warga yang menyambut kedatangan mereka dengan penuh antusias, terlebih anak-anak yang tampak ceria meski dalam kondisi darurat.
Dengan penyaluran bantuan ini, Flores United FC memperlihatkan bahwa sepak bola bisa menjadi jembatan harapan.
Baca Juga: Dedikasi Tanpa Batas: Staf PT. PELNI Larantuka Tabah Atur Arus Penumpang di Tengah Antusiasme Warga
Klub ini ingin menanamkan nilai bahwa dalam setiap krisis, selalu ada ruang untuk berbagi dan bersatu sebagai sesama manusia. (Elen Labina)