ekonomi-bisnis

Mengapa Gas Elpiji 3 Kg di Indonesia Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Asal- usulnya

Kamis, 13 Februari 2025 | 23:54 WIB
Gas Elpiji.

Ia pun mulai meneliti lebih lanjut sifat-sifat bensin dan berhasil memisahkan fraksi gas dari fraksi cair, yang mengarah pada penemuan propana.

Pada tahun 1912, Snelling memasang instalasi propana domestik pertamanya, dan setahun kemudian, ia mematenkan produksi propana dalam skala industri.

 Baca Juga: Rahasia Sukses Jadi Konten Kreator di Facebook: Strategi Ampuh untuk Raup Ratusan Juta Rupiah!

Hak paten tersebut kemudian dibeli oleh Frank Phillips, pendiri perusahaan minyak ConocoPhillips.

Namun, saat itu konsumsi gas elpiji masih terbatas dan belum berkembang secara signifikan.

Gas Elpiji sebagai Bahan Bakar

Penggunaan praktis gas elpiji pertama kali dicatat pada tahun 1918, ketika bahan bakar ini dimanfaatkan untuk lampu las dan obor pemotong logam.

Produksi komersial baru benar-benar berkembang pada 1920-an.

Di Amerika Serikat, penjualan gas elpiji mencapai 223 ribu galon pada tahun 1922 dan meningkat menjadi 400 ribu galon dalam tiga tahun berikutnya.

 Baca Juga: Kontroversi, Warga Desak Pj Bupati Flores Timur Batalkan Pemberhentian Kades Tuakepa!

Penggunaan gas elpiji semakin luas, termasuk sebagai bahan bakar motor untuk truk pada tahun 1928 serta untuk lemari es berbahan bakar gas elpiji.

Pada tahun 1929, angka penjualan gas elpiji di AS melonjak hingga 10 juta galon.

Momentum gas elpiji semakin kuat, terutama setelah digunakan dalam Olimpiade 1932 di Los Angeles untuk memasak dan memanaskan air.

Baca Juga: Misteri Pistol Titipan: Siapa H yang Masih Buron? Johanes Buka Suara! Tiga Tersangka Diamankan Polisi


Pada tahun 1934, industri propana-butana berhasil menjual 56 juta galon gas elpiji.

Halaman:

Tags

Terkini