REPORTASENTT.COM, JAKARTA- PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mencatat penyerapan program stimulus ekonomi berupa diskon tiket kapal penumpang mencapai 72 persen atau 338.474 tiket dari total anggaran Rp 42,3 miliar.
Program yang dimulai sejak 11 Februari 2026 itu masih berlangsung hingga kuota habis atau paling lambat untuk keberangkatan sampai 5 April 2026.
Hingga 19 Maret 2026, penjualan tiket diskon mencapai sekitar 76 persen dari total proyeksi 445.534 tiket.
Baca Juga: Temuan Baru Sengketa Tanah Keranga! Dokumen 1990 Ungkap Seluruh Sisi Berbatasan Tanah Negara
Sementara realisasi penumpang diskon pada periode keberangkatan 11–19 Maret 2026 tercatat 168.819 orang. Lonjakan tertinggi terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah 27.790 penumpang.
Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menyebut tingginya minat masyarakat dipengaruhi kebijakan work from anywhere (WFA) yang berlaku beberapa waktu lalu.
“Per 19 Maret, penjualan tiket diskon untuk arus mudik keberangkatan 11 hingga 22 Maret mencapai 200.346 tiket. Puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret dengan 31.131 penumpang, naik sekitar 12,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu,” kata Ditto dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Kupang Darurat Miras Ilegal? Fakta di Balik Pemusnahan Besar-besaran oleh Polisi
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera memanfaatkan sisa kuota diskon yang masih tersedia.
“Kuota tersisa sekitar 28 persen. Masyarakat yang belum memesan tiket sebaiknya segera melakukan pembelian melalui kanal resmi agar tidak kehabisan. Setelah kuota habis, tarif kembali normal,” lanjutnya.
PELNI tetap memperhatikan aspek keselamatan pelayaran dengan berkoordinasi bersama otoritas pelabuhan terkait kapasitas maksimal penumpang di kapal.
Baca Juga: Klarifikasi Polda NTT: Tak Ada Audiensi Irwasda dengan Keluarga Korban Frans Asten
Adapun pelabuhan keberangkatan terpadat hingga 19 Maret 2026 antara lain Makassar, Balikpapan, Batam, Ambon, dan Bau-Bau.
Sementara pelabuhan kedatangan terbanyak tercatat di Surabaya, Makassar, Belawan, Bau-Bau, dan Ambon.
Untuk ruas perjalanan, rute Batam–Belawan menjadi yang paling ramai.
Artikel Terkait
Kasus Dugaan Intimidasi Wartawan di NTT, Berawal dari Persoalan Lama sejak 2018 hingga Klarifikasi Polda
Klarifikasi Polda NTT: Tak Ada Audiensi Irwasda dengan Keluarga Korban Frans Asten
Polda NTT Tindak Perwira Bermasalah, Jabatan Dirresnarkoba Diisi Pejabat Baru
Kupang Darurat Miras Ilegal? Fakta di Balik Pemusnahan Besar-besaran oleh Polisi
Temuan Baru Sengketa Tanah Keranga! Dokumen 1990 Ungkap Seluruh Sisi Berbatasan Tanah Negara