Penggerak Koperasi Dorong KDKMP Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan Mitra Program MBG

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Rabu, 15 Juli 2026 | 07:58 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026. (Foto Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026. (Foto Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Semangat pengembangan koperasi desa kembali menguat setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arah pembangunan koperasi dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Para penggerak koperasi menilai momentum tersebut membuka peluang baru bagi koperasi desa untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Salah satu dukungan datang dari penggerak Koperasi Desa Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Haji Imam Thoriq Mubarak.

 

Baca Juga: TNI Resmi Adopsi Doktrin Perisai Trisula Nusantara, Jawab Tantangan Peperangan Masa Kini

 

Ia memandang kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperluas peran koperasi dalam mendukung berbagai program nasional.

Menurut Imam, koperasi desa memiliki peluang besar menjadi penghubung antara petani dan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pola tersebut, hasil pertanian masyarakat memperoleh pasar yang lebih jelas sekaligus mendorong peningkatan pendapatan petani.

"Pidato Pak Prabowo menjadi penyemangat bagi kami yang menggerakkan koperasi di desa. Kami semakin termotivasi ketika koperasi kembali ditempatkan sebagai soko guru perekonomian nasional," kata Imam.

 

Baca Juga: Ngaku Polisi, Pria Swasta Ditangkap di SPBU Liliba Kupang usai Perdaya dan Peras Perempuan dengan Foto Bugil



Ia menyebut sejumlah koperasi desa di Kabupaten Sukabumi telah mulai menjalankan fungsi tersebut dengan membantu petani menyalurkan hasil panen ke dapur MBG.

Model kerja sama itu dinilai mampu memperkuat rantai pasok pangan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

Selain memperluas peran koperasi dalam sektor pangan, Imam juga berharap kemudahan akses pembiayaan bagi koperasi benar-benar dapat dirasakan hingga ke daerah.

 

Baca Juga: Kapolri Temui Panglima TNI dan Jaksa Agung di Tengah Polemik Pengamanan Febrie Adriansyah

 

Menurutnya, kebijakan bunga kredit sebesar 8 persen akan membantu koperasi mengembangkan usaha produktif dan memperluas pelayanan kepada anggota.

"Harapan kami, koperasi desa yang mengakses lembaga keuangan maupun perbankan memperoleh bunga sekitar 8 persen. Kebijakan ini perlu benar-benar diterapkan hingga daerah agar koperasi semakin berkembang," ucapnya.

Imam juga menilai KDKMP memiliki konsep yang berbeda dibanding koperasi pada masa sebelumnya.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X