Warga Malang Ramai Keluhkan Sound Horeg di Threads, Bayi Sulit Tidur hingga Kaca Rumah Bergetar

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Jumat, 10 Juli 2026 | 23:59 WIB
Viral keluhan warga Malang, Jawa Timur karena acara yang menggunakan sound horeg. (Threads/niki_nikkita - rofikull)
Viral keluhan warga Malang, Jawa Timur karena acara yang menggunakan sound horeg. (Threads/niki_nikkita - rofikull)

Platform media sosial Threads dipenuhi keluhan warga Malang terkait penggunaan sound horeg yang disebut berlangsung hingga larut malam. Berbagai unggahan itu menjadi perbincangan luas dan masuk jajaran topik populer bertanda "Malang" serta "Kota Malang" setelah sebuah acara di wilayah setempat menggunakan sistem pengeras suara berdaya tinggi.

Mayoritas warganet mengaku terganggu akibat suara musik yang terus terdengar sampai dini hari. Keluhan tidak hanya datang dari warga yang berada di sekitar lokasi acara, tetapi juga dari mereka yang tinggal cukup jauh. Sejumlah pengguna menyebut kondisi tersebut mengganggu waktu istirahat keluarga, terutama bayi, balita, anak-anak, serta lanjut usia.

Akun Threads @niki_nikkita mengaku suara musik masih terdengar hingga lewat tengah malam. Dalam unggahannya, ia turut membagikan foto layar telepon genggam yang menunjukkan waktu pukul 01.19 WIB disertai cahaya lampu dari kejauhan.

"Jam 1 pagi lho ini, sekali lagi jam 1. Ini yang jauh aja keganggu, apalagi yang di sana, yang sakit, lansia, dan punya bayi. Anakku kebangun terus, se-ibunya juga enggak bisa istirahat," tulis akun tersebut dalam unggahan pada Minggu (5/7/2026).

Pada kolom komentar, sejumlah pengguna menduga sumber suara berasal dari kegiatan selamatan yang berlangsung di salah satu desa.

Keluhan serupa disampaikan akun @cynthiaongliani. Ia mengaku suara dari sound horeg membuat anak-anak sulit beristirahat.

"Enggak apa-apa sih kalau masuk akal dan enggak ganggu orang lain. Nah, kalau sampai jam segini belum berhenti, sedangkan enggak semua orang juga pengangguran. Ada yang punya bayi atau balita di rumah dan anak-anak ini enggak bisa tidur karena ada sound horeg yang keras banget," tulisnya.

Ia juga mempertanyakan kewajaran penggunaan pengeras suara berintensitas tinggi pada malam hari.

"Sekarang jam 10 malam apa wajar nyalain sound segede ini? Aku tinggal di perumahan ya," tulisnya lagi.

Unggahan lain berasal dari akun @naurabilclinton yang mengaku suara musik masih terdengar hingga pukul 03.15 WIB.

"Enggak tahu waktu banget, jam 03.15 WIB loh masih kedenger. Ya Allah. Lihat di live TikTok, orangnya kayak bangga banget bilang, 'Jam segini kok tidur, ini lho yang semangat-semangat gini.' Mereka enggak tahu apa udah ganggu orang istirahat? Kayak ngejek, dikasih tahu malah kayak nantang balik," tulisnya.

Selain kebisingan, sejumlah warga mengaku getaran dari suara bass membuat kaca rumah ikut bergetar.

Akun @ciffon__ mengaku rumahnya berada cukup jauh dari lokasi, tetapi dentuman suara masih terasa.

"Sumpah ini asal kalian tau ya gaiss, ini lumayan jauh dari rumahku. Suaranya sampai sini, kaca rumahku pada geter. Rumahku Ngijo, di GPA ini aja kedengaran, apalagi kalian yang di sana, gimana apakah kalian bisa tidur?" tulisnya.

Keluhan serupa juga disampaikan akun @momicowdy.

"Kita bisa menggugat soal sound horeg Malang dan sekitarnya enggak sih? 00.44 WIB postingan dibuat dan kaca masih bergetar semua," tulisnya.

Di tengah ramainya keluhan tersebut, sejumlah warga mengaku telah menyampaikan laporan kepada kepolisian. Salah satu tangkapan layar yang dibagikan akun @anang17as memperlihatkan respons petugas setelah menerima pengaduan masyarakat.

"Kami sedang berkoordinasi dengan anggota yang dekat dengan lokasi untuk meminta mengecilkan volume atau meminta dengan humanis untuk menghentikannya," demikian isi balasan yang ditampilkan dalam unggahan tersebut.

Penggunaan sound system di Jawa Timur sendiri telah diatur melalui Surat Edaran Bersama Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, dan Pangdam V/Brawijaya Nomor 300.1/6902/209.5/2025, Nomor SE/1/VIII/2025, serta Nomor SE/10/VIII/2025. Aturan itu menetapkan batas kebisingan maksimal 120 dBA untuk penggunaan statis seperti konser atau pertunjukan seni, sedangkan penggunaan nonstatis seperti karnaval atau arak-arakan dibatasi maksimal 85 dBA. Informasi tersebut menjadi sorotan setelah keluhan warga mengenai kebisingan sound horeg ramai diperbincangkan di Threads.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X