REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Pemerintah Indonesia melaporkan perkembangan fiskal hingga akhir Februari 2026, dengan sejumlah sektor menjadi sorotan publik dan pengamat ekonomi.
Aktivitas transaksi masyarakat tercatat tetap tinggi, memengaruhi pendapatan pajak dan realisasi belanja negara di kuartal pertama tahun ini.
Empat sektor utama, industri pengolahan, perdagangan, keuangan dan asuransi, serta pertambangan, menjadi kontributor mayoritas penerimaan pajak, memberikan indikasi aktivitas ekonomi yang dinamis.
Baca Juga: Peradilan Militer: Antara Hukum dan Instrumen Komando, Bukan Surga Aman bagi Prajurit
Program-program sosial pemerintah juga mengalami percepatan, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau puluhan juta warga.
Dalam wawancara di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara menyoroti tren positif penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
"PPN dan PPnBM dibayar jika ada transaksi. Lonjakan ini menunjukkan kegiatan ekonomi berjalan terus," kata Suahasil, Rabu (11/3).
Baca Juga: Viral di Medsos, Alumni Protes ke Presiden Prabowo Subianto karena Sekolahnya Baru Bagus Setelah Lulus
Realisasi penerimaan pajak hingga 28 Februari 2026 mencapai Rp245,1 triliun, meningkat 30,4 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Artikel Terkait
Hapus Pensiun Seumur Hidup Pejabat, Firman Soebagyo Usul Anggaran Dialihkan ke Nakes dan Guru Honorer
Ruas Jalan Kupang Disisir Dini Hari, Polisi Fokus Tekan Balap Liar
Darius Beda Daton dan Bayang- bayang Notaris: Dari Akta Hibah hingga Teror yang Tak Tercatat
BBM Ilegal 380 KL Disita TNI AL dari Kapal SPOB Kurnia Abadi 019, Potensi Kerugian Negara Diperkirakan Mencapai Rp5,58 Miliar
Peradilan Militer: Antara Hukum dan Instrumen Komando, Bukan Surga Aman bagi Prajurit