Dari PPN hingga MBG: Mengupas Kinerja Fiskal Indonesia hingga Februari 2026

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Senin, 23 Maret 2026 | 12:08 WIB
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kinerja positif pendapatan negara hingga akhir Februari 2026. (Foto https://www.kemenkeu.go.id)
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kinerja positif pendapatan negara hingga akhir Februari 2026. (Foto https://www.kemenkeu.go.id)

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA-  Pemerintah Indonesia melaporkan perkembangan fiskal hingga akhir Februari 2026, dengan sejumlah sektor menjadi sorotan publik dan pengamat ekonomi.

Aktivitas transaksi masyarakat tercatat tetap tinggi, memengaruhi pendapatan pajak dan realisasi belanja negara di kuartal pertama tahun ini.


Empat sektor utama, industri pengolahan, perdagangan, keuangan dan asuransi, serta pertambangan, menjadi kontributor mayoritas penerimaan pajak, memberikan indikasi aktivitas ekonomi yang dinamis.

 

Baca Juga: Peradilan Militer: Antara Hukum dan Instrumen Komando, Bukan Surga Aman bagi Prajurit

 

Program-program sosial pemerintah juga mengalami percepatan, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau puluhan juta warga.



Dalam wawancara di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara menyoroti tren positif penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

 

"PPN dan PPnBM dibayar jika ada transaksi. Lonjakan ini menunjukkan kegiatan ekonomi berjalan terus," kata Suahasil, Rabu (11/3).

 

Baca Juga: Viral di Medsos, Alumni Protes ke Presiden Prabowo Subianto karena Sekolahnya Baru Bagus Setelah Lulus

Realisasi penerimaan pajak hingga 28 Februari 2026 mencapai Rp245,1 triliun, meningkat 30,4 persen dibanding periode sama tahun lalu.

 

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X