hukum-kriminal

Bentrok Sengketa Lahan di Manggarai Barat Berujung Pembakaran Kendaraan, Polisi Kerahkan Pasukan Gabungan

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:18 WIB
Personel gabungan Polres Manggarai Barat berjaga di kawasan Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, setelah bentrokan sengketa lahan memicu pembakaran kendaraan warga. (Foto TBN Polda NTT)

 

REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO – Bentrokan antar-kelompok warga akibat sengketa lahan terjadi di kawasan Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (29/7/2026) pagi.

Kerusuhan tersebut memicu pembakaran kendaraan milik warga sebelum akhirnya berhasil dikendalikan aparat kepolisian.

Aparat Polres Manggarai Barat mengerahkan pasukan gabungan untuk memisahkan massa yang bertikai dan mengamankan lokasi kejadian.

 

 

Baca Juga: BRI Lampaui Target KUR Perumahan Program 3 Juta Rumah, Penyaluran Tembus Rp10,6 Triliun

 

Personel dari Satuan Samapta, Satuan Intelkam, Satuan Reskrim, serta jajaran Polsek diterjunkan setelah menerima laporan masyarakat mengenai meningkatnya eskalasi konflik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan melibatkan dua kelompok warga, yakni kelompok Rareng dan kelompok Mbehal. Ratusan orang dilaporkan berkumpul di area lahan yang menjadi objek sengketa sejak sekitar pukul 06.30 Wita.

Ketegangan bermula ketika kedua kelompok berada di lokasi yang sama dan saling berhadapan. Adu mulut kemudian berkembang menjadi kontak fisik, disertai aksi pengrusakan serta pembakaran kendaraan di sekitar tempat kejadian.

 

Baca Juga: Polisi Dalami Dugaan Keterkaitan Geng Motor dalam Kasus Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur Bertangan Terborgol

 



Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang menjelaskan, polisi langsung melakukan penyekatan dan pemisahan massa untuk mencegah bentrokan meluas ke wilayah lain.

“Begitu menerima panggilan darurat dari masyarakat, kami langsung mengerahkan personel gabungan ke Lengkong Warang untuk melakukan penyekatan dan pemisahan massa.

Saat ini situasi di lokasi bentrokan berangsur dapat dikendalikan, meski personel tetap disiagakan dalam status siaga ketat,” katanya, Rabu (29/7/2026).

 

Halaman:

Tags

Terkini