REPORTASENTT.COM,PURWAKARTA,– Penyidik Polda Jawa Barat memperluas penyelidikan dalam perkara kematian Sumarna, petugas keamanan Waduk Jatiluhur yang ditemukan meninggal dunia di perairan waduk dengan kedua tangan terborgol.
Dugaan keterlibatan kelompok geng motor ikut ditelusuri setelah berbagai unggahan di media sosial menjadi perhatian publik.
Sejumlah akun media sosial mengaitkan kematian korban dengan kelompok pengendara motor yang diduga beraktivitas di sekitar lokasi.
Baca Juga: Mahfud MD: Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Seharusnya Tidak Dilakukan
Beberapa unggahan bahkan menampilkan foto sejumlah pria yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengatakan penyidik telah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk materi yang beredar di media sosial.
"Ada beberapa postingan di media sosial yang mengaitkan dengan kelompok pengemudi sepeda motor, yang oleh masyarakat disebut geng motor. Itu sudah cukup viral," kata Hendra di Mapolda Jawa Barat, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: Nyaris Terbang ke Malaysia, 5 Calon Pekerja Migran Diduga Korban TPPO Diamankan Polda NTT
Hendra menjelaskan penyidik tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah selama proses penyelidikan berlangsung.
"Kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah sampai bukti permulaan yang cukup kuat diperoleh untuk menentukan status seseorang," katanya.
Isu keterlibatan geng motor mencuat setelah beredar informasi mengenai coretan bertuliskan inisial "RPM" dan "GBR" di area tanggul sekitar Waduk Jatiluhur.
Baca Juga: Massa Konvoi Diduga Lempari Rumah Warga di TTS, Polisi Selidiki Perusakan 32 Rumah
Artikel Terkait
KPK Bongkar Dugaan Korupsi Bupati Pemalang: Proyek dan Jual Beli Jabatan, 21 Orang Ditangkap
Viral Ejek Warga soal Lampu Jalan, Lurah Paya Pasir Medan Dijatuhi Sanksi Disiplin
Manfaatkan Galon Bekas, Hidroponik Sistem Sumbu Dorong Urban Farming Ramah Lingkungan
Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru Picu Aksi Siswa SMAN 1 Solok Selatan, Polisi dan Dinas Pendidikan Turun Tangan
Mahfud MD: Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Seharusnya Tidak Dilakukan