REPORTASENTT.COM, ADONARA- Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Nusa Tenggara Timur memusnahkan tiga bom pipa rakitan yang ditemukan warga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghilangkan potensi ancaman terhadap masyarakat pascakonflik sosial di wilayah tersebut.
Pemusnahan atau disposal berlangsung di lokasi pengolahan pasir Desa Oyangbara, Kecamatan Wotan Ulumado, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Sebelum dimusnahkan, seluruh bahan peledak lebih dulu diamankan, diperiksa, dan dievakuasi sesuai prosedur penanganan bahan peledak oleh Tim Jibom.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengapresiasi respons cepat warga yang segera melaporkan penemuan benda mencurigakan kepada aparat kepolisian.
"Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan penemuan benda mencurigakan kepada aparat kepolisian. Langkah tersebut sangat penting sehingga Tim Jibom dapat segera melakukan sterilisasi, pengamanan, hingga pemusnahan sesuai standar operasional yang berlaku," kata AKBP Adhitya Octorio Putra.
Baca Juga: Sudaryono Gantikan Nanik S Deyang di BGN, Janjikan Transparansi dan Berantas Penyimpangan
Proses penanganan dipimpin Dantim Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTT Ipda I Gede Dirga Darma.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Danki 4 Batalyon B Pelopor AKP Charles Bere, Kapolsek Adonara Timur Ipda Andreas Peu Lamury, serta personel Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTT.
Penemuan bom pipa bermula saat Felisia Tuli (45) memungut buah asam di sekitar lokasi pembuangan sampah di Dusun IV Bele, Desa Waiburak.
Artikel Terkait
Wakapolda NTT Turun ke Adonara Timur, Dorong Rekonsiliasi Akhiri Konflik Bele dan Lewonara
Dua Penimbun Solar Subsidi di NTT Masuk Tahap Penuntutan, Modus Barcode hingga Mobil Bertangki Modifikasi Terbongkar
Hari Kedelapan Hilang, Polisi Sisir Gudang dan Rumah Warga Cari Maria Oktavania di Sikka
Sudaryono Gantikan Nanik S Deyang di BGN, Janjikan Transparansi dan Berantas Penyimpangan
Viral KA Brantas Nyaris Tabrak Truk di Perlintasan Kediri, Palang Diduga Tak Ditutup karena Petugas Tertidur