Ia melihat benda mencurigakan menyerupai bom pipa, lalu memberitahukannya kepada Florentinus Soo (55) yang kemudian melapor kepada personel Pos Pengamanan Brimob.
Merespons laporan tersebut, personel BKO Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTT langsung melakukan sterilisasi lokasi. Hasil pemeriksaan memastikan benda itu merupakan bom pipa rakitan yang dibungkus selotip kuning, kemudian dievakuasi ke Polsek Adonara Timur.
Tidak lama kemudian, warga kembali menemukan dua bom pipa lain di sekitar pekarangan rumah Kepala Desa Waiburak.
Baca Juga: Praperadilan Admin Lika Liku NTT Ditolak, PN Kupang Nilai Penyidikan Polda NTT Sah Menurut Hukum
Tim Jibom bergerak ke lokasi kedua dan mengamankan dua bom pipa rakitan, masing-masing satu berbalut selotip kuning dan satu lainnya tanpa pembungkus.
Seluruh barang bukti selanjutnya dibawa ke Desa Oyangbara untuk dimusnahkan menggunakan prosedur khusus penanganan bahan peledak.
Berdasarkan hasil identifikasi Tim Jibom, ketiga bom tersebut memiliki daya ledak rendah. Meski demikian, benda itu tetap berpotensi meledak apabila mengalami benturan, tekanan, atau pemicu lain sehingga harus segera dinetralisasi.
Baca Juga: Kasus KLM Putri Sakinah Memasuki Babak Baru, Ini Temuan Ahli Kemenhub yang Diperiksa Polda NTT
"Walaupun daya ledaknya tergolong rendah, benda tersebut tetap berbahaya bagi keselamatan masyarakat. Karena itu kami memutuskan melakukan disposal sesuai SOP hingga seluruh bom berhasil dinetralisir dan tidak lagi memiliki potensi membahayakan," kata Adhitya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh ataupun memindahkan benda yang dicurigai sebagai bahan peledak.
"Segera laporkan kepada aparat kepolisian atau personel keamanan terdekat apabila menemukan benda mencurigakan. Jangan mencoba memegang, memindahkan, ataupun membongkarnya sendiri karena dapat membahayakan keselamatan," katanya.
Baca Juga: Awal Kasus Dugaan Pencurian HP di Kota Kupang, Terduga Pelaku Sempat Diamankan Warga
Polres Flores Timur bersama personel Brimob Polda NTT dan TNI masih melakukan patroli, pengamanan, serta pemantauan di sejumlah titik di Adonara Timur untuk menjaga situasi keamanan setelah konflik sosial.
Artikel Terkait
Wakapolda NTT Turun ke Adonara Timur, Dorong Rekonsiliasi Akhiri Konflik Bele dan Lewonara
Dua Penimbun Solar Subsidi di NTT Masuk Tahap Penuntutan, Modus Barcode hingga Mobil Bertangki Modifikasi Terbongkar
Hari Kedelapan Hilang, Polisi Sisir Gudang dan Rumah Warga Cari Maria Oktavania di Sikka
Sudaryono Gantikan Nanik S Deyang di BGN, Janjikan Transparansi dan Berantas Penyimpangan
Viral KA Brantas Nyaris Tabrak Truk di Perlintasan Kediri, Palang Diduga Tak Ditutup karena Petugas Tertidur