Bentrok Antarwarga Adonara: Tiga Tewas, 20 Rumah Terbakar, Bupati Ambil Langkah Cepat Cegah Konflik dan Penegakan Hukum

Photo Author
Florianus Harson, Reportase NTT
- Minggu, 19 Juli 2026 | 10:00 WIB
Keterangan Foto: Kiri: aparat gabungan mengevakuasi jenazah korban bentrok di Adonara Timur. Kanan: instruksi Bupati Flores Timur untuk pencegahan konflik dan penegakan hukum. (Foto/ ist)
Keterangan Foto: Kiri: aparat gabungan mengevakuasi jenazah korban bentrok di Adonara Timur. Kanan: instruksi Bupati Flores Timur untuk pencegahan konflik dan penegakan hukum. (Foto/ ist)

 

REPORTASENTT.COM, ADONARA,- Pemerintah Kabupaten Flores Timur bergerak cepat merespons bentrok antarwarga yang menewaskan tiga orang dan membakar puluhan rumah di Pulau Adonara. Langkah darurat ditempuh melalui penerbitan instruksi khusus untuk memperkuat pencegahan konflik, meningkatkan pengamanan wilayah, serta mendukung proses penegakan hukum.

Instruksi Bupati Flores Timur Nomor KESBANGPOL 200.1.3/152.1/WASNAS/2026 diterbitkan sebagai pedoman penanganan pascakonflik.

Dokumen tersebut ditandatangani Wakil Bupati Flores Timur, Ignas Boli Uran, dan ditujukan kepada seluruh camat di wilayah Adonara, kepala desa, serta lurah agar memperketat pengawasan di wilayah masing-masing dan memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan.

 

Baca Juga: Konflik Warga Lewonara dan Bele Pecah, Aparat Gabungan Perketat Pengamanan di Adonara Timur



Pemerintah daerah juga meminta pemerintah desa aktif mendukung proses hukum, mengajak masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, memperkuat upaya pencegahan konflik, serta menghentikan pemberian bantuan kepada pihak-pihak yang masih terlibat perselisihan.

Setiap pelanggaran hukum terkait bentrokan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di lapangan, personel gabungan Polri dan TNI masih disiagakan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi bentrokan susulan.

 

Baca Juga: Polda NTT Pastikan Seleksi Taruni Akpol 2026 Transparan, Aduan Peserta Dinyatakan Tak Temukan Pelanggaran

 

Pengamanan dilakukan melalui patroli dialogis, pemantauan wilayah, serta deteksi dini guna menjaga situasi keamanan tetap terkendali.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra melalui Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado menjelaskan personel gabungan masih berada di lokasi pascainsiden.

AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan, Polres Flores Timur bersama TNI terus mengedepankan langkah kemanusiaan dan preventif, mulai dari membantu proses evakuasi korban, melaksanakan pengamanan, hingga membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat.

 

Baca Juga: Polres Flores Timur Gelar Patroli Harkamtibmas, Bubarkan Kelompok Pemuda yang Pesta Miras

"Kami mengajak seluruh warga tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum dipastikan kebenarannya, serta bersama-sama menjaga persaudaraan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," kata dia.

Selain memperkuat pengamanan, aparat juga meningkatkan koordinasi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai unsur terkait agar pemulihan kondisi sosial berlangsung lebih cepat. Patroli rutin serta monitoring wilayah terus dilakukan supaya aktivitas masyarakat kembali normal.

Proses evakuasi korban sempat tertunda lantaran kondisi di lokasi belum sepenuhnya aman. Evakuasi baru dilakukan setelah aparat berhasil mengendalikan situasi melalui pengamanan intensif dan pendekatan kepada masyarakat.

Halaman:

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X