REPOERTASENTT.COM, LABUAN BAJO- Peristiwa kebakaran yang menghanguskan Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKKBN Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, memunculkan sorotan terhadap minimnya sarana penanggulangan kebakaran di wilayah tersebut.
Di saat bersamaan, kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik.
Kebakaran terjadi di Kampung Gempar, Dusun Hento, Desa Golo Sepang, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 17.25 Wita.
Baca Juga: Sempat Disebut Saksi dalam Sprindik, Kejagung Klarifikasi Febrie Adriansyah Masih Tersangka
Lokasi kantor berada di belakang Kantor Kecamatan Boleng. Api dengan cepat membesar hingga membakar sebagian besar atap, sejumlah ruangan, dan berbagai inventaris milik pemerintah.
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan personel Polsubsektor Boleng bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Begitu menerima laporan, personel kami bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat serta melokalisasi titik api," kata AKBP Christian Kadang, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Polres Flores Timur Gelar Patroli Harkamtibmas, Bubarkan Kelompok Pemuda yang Pesta Miras
Proses pemadaman menghadapi kendala karena gerbang kantor dalam keadaan terkunci setelah jam kerja berakhir.
Kondisi tersebut membuat warga tidak dapat segera menjangkau sumber api ketika kobaran masih relatif kecil.
Saat aparat tiba sekitar pukul 17.40 Wita, api telah merambat ke bagian dalam bangunan. Warga bersama personel TNI dan Polri kemudian berupaya memadamkan api menggunakan ember dan tangki air darurat secara gotong royong.
Baca Juga: Remaja 16 Tahun di Sikka Hilang Usai Pamit Ambil Rapor, Pakaiannya Ditemukan di Gudang TK
Upaya tersebut belum mampu mengendalikan api dengan cepat akibat terbatasnya fasilitas penunjang. Di Kecamatan Boleng belum tersedia armada pemadam kebakaran yang siaga, alat pemadam api ringan (APAR) di kantor sangat terbatas, serta pasokan air bersih untuk pemadaman sulit diperoleh.
"Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang membantu proses pemadaman. Namun di lapangan terdapat kendala, mulai dari belum adanya armada Damkar di Kecamatan Boleng, keterbatasan APAR, hingga akses air bersih yang tidak memadai," ujar Christian.
Personel gabungan tetap melakukan pengamanan hingga sekitar pukul 18.36 Wita guna memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala maupun merembet ke permukiman warga dan kompleks Kantor Kecamatan Boleng.
Artikel Terkait
Mahasiswi 20 Tahun Asal Sikka Hilang Sejak Senin, Polisi Telusuri Jejak Terakhir usai Datangi Rumah Tetangga
Remaja 16 Tahun di Sikka Hilang Usai Pamit Ambil Rapor, Pakaiannya Ditemukan di Gudang TK
Polres Ende Cetak Prestasi, Sabet Dua Penghargaan Pengelolaan Keuangan Negara Semester I 2026
Polres Flores Timur Gelar Patroli Harkamtibmas, Bubarkan Kelompok Pemuda yang Pesta Miras
Sempat Disebut Saksi dalam Sprindik, Kejagung Klarifikasi Febrie Adriansyah Masih Tersangka