Kronologi Penumpang Diduga Terjun dari KM Lambelu, Kapal Sempat Putar Haluan Cari Korban

Photo Author
Florianus Harson, Reportase NTT
- Rabu, 15 Juli 2026 | 22:55 WIB
Gabungan menyisir Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, menggunakan RIB pada hari pertama pencarian penumpang KM Lambelu yang diduga terjun ke laut.  (Foto/ ilustrasi)
Gabungan menyisir Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, menggunakan RIB pada hari pertama pencarian penumpang KM Lambelu yang diduga terjun ke laut. (Foto/ ilustrasi)

 

REPORTASENTT.COM, MAUMERE – Sebuah laporan penumpang diduga terjun ke laut dari KM Lambelu memicu manuver darurat di Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Nakhoda langsung mengubah haluan kapal untuk melakukan pencarian di titik terakhir korban terlihat sebelum pelayaran kembali dilanjutkan.

Insiden tersebut melibatkan seorang pria bernama Nataniel Emanual Siola Guna (40). Hingga Rabu (15/7/2026), korban belum ditemukan meski pencarian telah dilakukan dari atas kapal maupun oleh tim SAR gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan laporan pertama diterima setelah seorang penumpang menginformasikan adanya orang yang diduga melompat ke laut sekitar pukul 01.19 Wita.

 

 

Baca Juga: Perselisihan Antardua Kelompok di Sikka Berakhir Tragis, Satu Orang Meregang Nyawa



"Informasi itu diteruskan ke anjungan. Mualim jaga kemudian menekan tombol Man Overboard (MOB) pada ECDIS dan melaporkan kejadian kepada nakhoda. Kapal selanjutnya bermanuver menuju lokasi terakhir korban terlihat serta menyiarkan informasi melalui Radio VHF Kanal 16 kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi," kata Fathur Rahman.

Menurut dia, pencarian awal dilakukan menggunakan KM Lambelu selama kurang lebih satu jam.

Namun, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban sehingga kapal melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan tujuan.

 

Baca Juga: Penggerak Koperasi Dorong KDKMP Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan Mitra Program MBG



Laporan resmi mengenai peristiwa tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 12.30 Wita dari relawan PMI, Nuben Dasilva.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di Perairan Pulau Pemana pada koordinat 8°22.310' LS dan 122°23.272' BT.

Sesaat setelah menerima laporan, Kantor SAR Maumere berkoordinasi dengan Lanal Maumere, Polres Sikka, KSOP Maumere, PT Pelni, serta keluarga korban.

 

Baca Juga: Kabar Baik untuk Nelayan, Pemerintah Tetapkan BBM Rp15.000 per Liter bagi Kapal 30–200 GT

 

Halaman:

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X