Tim Rescue kemudian diberangkatkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) bermesin 500 PK dengan membawa perlengkapan SAR, peralatan medis, dan perangkat komunikasi.
Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di permukaan laut serta berkoordinasi dengan nelayan dan masyarakat yang melintas untuk memperluas area pencarian.
Meski upaya telah dilakukan hingga sore hari, hasil pencarian pada hari pertama masih nihil.
Baca Juga: Datang Mabuk, Pulang Bawa Surat Damai: Kisah Delapan Remaja yang Berakhir di Mapolsek Maulafa
Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Kamis, 16 Juli 2026, dengan fokus penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban diduga terjatuh ke laut.
Artikel Terkait
Saat Sopi Ambil Alih Akal Sehat, Seorang Istri Jadi Korban KDRT di Kupang
Muhammad Qodari Nilai Teddy Indra Wijaya Layak Menjadi Panutan bagi Taruna Akmil
Petani di Sikka Ditemukan Tewas di Kebun Mete, Diduga Jadi Korban Serangan Babi Hutan
Terduga Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Disabilitas di Sikka Belum Ditahan, Ini Penjelasan Polisi
Perselisihan Antardua Kelompok di Sikka Berakhir Tragis, Satu Orang Meregang Nyawa