REPORTASENTT.COM, BEKASI- Kasus dugaan penganiayaan terhadap balita berinisial QSH (4) di Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memasuki tahap penyidikan. Korban kini masih menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD Koja, Jakarta Utara, akibat luka berat yang dideritanya.
Kapolsek Tarumajaya AKP I Gede Bagus Ariska Sudana mengungkapkan kondisi korban masih memerlukan penanganan medis intensif setelah menjalani operasi pada bagian kepala.
"Berdasarkan hasil pemantauan di rumah sakit, anak korban masih menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit atau PICU," kata Bagus dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter, Dua WNA China Tewas Tenggelam di Labuan Bajo
Ia menjelaskan, korban hingga kini belum sadar pascaoperasi dan masih berada di bawah pengawasan ketat tim medis.
"Korban dilaporkan masih belum sadarkan diri setelah menjalani tindakan operasi pada bagian kepala dan terus berada dalam pengawasan intensif tim medis RSUD Koja," katanya.
Polisi telah menetapkan DM (19), yang merupakan ibu tiri korban, sebagai tersangka. Penyidik menduga aksi kekerasan terhadap balita tersebut berlangsung sejak Mei 2026.
Baca Juga: Kronologi Penumpang Diduga Terjun dari KM Lambelu, Kapal Sempat Putar Haluan Cari Korban
Perkara ini terungkap setelah tersangka membawa korban ke sebuah rumah sakit di Bekasi dengan alasan anak itu terpeleset di kamar mandi.
Namun, hasil pemeriksaan tenaga medis menemukan sejumlah luka yang dinilai tidak sesuai dengan penjelasan tersebut sehingga dilaporkan kepada aparat kepolisian.
Hasil visum sementara menunjukkan korban mengalami luka lebam di bagian punggung, dada, wajah, dan perut. Selain itu ditemukan luka lecet serta luka bakar di sejumlah bagian tubuh.
Pelaksana Harian Kapolres Metro Bekasi Kombes Ikhlas Putro Wasono menyampaikan penyidik menduga kekerasan dilakukan dengan dalih mendisiplinkan korban.
"Berdasarkan pemeriksaan sementara, DM diduga melakukan kekerasan dengan alasan mendisiplinkan korban," kata Ikhlas, Selasa (14/7/2026).
Ia menambahkan, penyidik menduga tersangka melakukan kekerasan menggunakan gayung, mencubit korban, hingga melukai tubuh anak tersebut memakai sikat gigi.
Baca Juga: Muhammad Qodari Nilai Teddy Indra Wijaya Layak Menjadi Panutan bagi Taruna Akmil
Artikel Terkait
Petani di Sikka Ditemukan Tewas di Kebun Mete, Diduga Jadi Korban Serangan Babi Hutan
Terduga Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Disabilitas di Sikka Belum Ditahan, Ini Penjelasan Polisi
Perselisihan Antardua Kelompok di Sikka Berakhir Tragis, Satu Orang Meregang Nyawa
Kronologi Penumpang Diduga Terjun dari KM Lambelu, Kapal Sempat Putar Haluan Cari Korban
Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter, Dua WNA China Tewas Tenggelam di Labuan Bajo