Konflik Warga Lewonara dan Bele Pecah, Aparat Gabungan Perketat Pengamanan di Adonara Timur

Photo Author
Redaksi, Reportase NTT
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:08 WIB
Personel gabungan TNI-Polri berjaga di wilayah Adonara Timur, Flores Timur, setelah konflik antarwarga Desa Lewonara dan Desa Bele pecah, Sabtu (18/7/2026). (Foto ist)
Personel gabungan TNI-Polri berjaga di wilayah Adonara Timur, Flores Timur, setelah konflik antarwarga Desa Lewonara dan Desa Bele pecah, Sabtu (18/7/2026). (Foto ist)

REPORTASENTT.COM, ADONARA- Konflik antarwarga di Desa Lewonara dan Desa Bele, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, memicu pengerahan aparat gabungan TNI-Polri untuk memperketat pengamanan di wilayah tersebut, Sabtu (18/7/2026).

Personel gabungan diterjunkan sesaat setelah laporan bentrokan diterima. Mereka disiagakan di sejumlah titik guna mengendalikan situasi, mencegah meluasnya konflik, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Selain melakukan penjagaan, aparat juga memantau perkembangan di lapangan dan mengedepankan pendekatan persuasif kepada warga.

 

Baca Juga: Polda NTT Pastikan Seleksi Taruni Akpol 2026 Transparan, Aduan Peserta Dinyatakan Tak Temukan Pelanggaran

 

Langkah ini dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung normal tanpa gangguan keamanan.

Hingga Sabtu sore, situasi keamanan di Kecamatan Adonara Timur dilaporkan mulai berangsur kondusif. Meski demikian, personel gabungan masih tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan susulan.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra melalui Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado menyampaikan personel gabungan TNI-Polri tetap ditempatkan di kawasan konflik hingga kondisi benar-benar aman.

 

Baca Juga: Kasus Mayat Bayi yang Menggegerkan Belu Terungkap, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku di Kupang



"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, menahan diri, menjaga keamanan di lingkungan masing-masing, serta tidak mudah terprovokasi isu atau informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Percayakan penanganan peristiwa ini kepada Polres Flores Timur. Mari menjaga persaudaraan dan bersama-sama menciptakan Flores Timur yang aman, damai, dan kondusif," kata AKP Eliezer A. Kalelado.

Di tengah penanganan konflik tersebut, dua warga Desa Waiburak dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam.

Keduanya sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit.

 

Baca Juga: Berawal Diajak Beli Paket Data, Siswi 13 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Labuan Bajo, Tiga Terduga Pelaku Diamankan


Konflik antarkelompok warga di wilayah Adonara Timur berawal dari perselisihan yang terjadi antara warga Desa Lewonara dan Desa Bele.

Merespons kejadian tersebut, Polres Flores Timur bersama TNI mengerahkan personel gabungan untuk melakukan pengamanan, menjaga stabilitas keamanan, sekaligus mencegah konflik berkembang lebih luas.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X