Dugaan tersebut kemudian berkembang menjadi kabar adanya perselisihan antara korban dan anggota kelompok tersebut.
Kepala desa setempat, dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menjelaskan korban pernah menanyakan siapa yang membuat coretan vandalisme di kawasan tanggul.
"Yang ditanya itu soal siapa yang mencoret. Almarhum hanya berpesan, kalau ada yang merasa mencoret, tolong dihapus," katanya.
Baca Juga: Sumba Weaving Museum Resmi Dibuka, Kampung Raja Pao Jadi Rumah Baru Warisan Tenun Sumba
Menurut kepala desa, tidak pernah terjadi keributan ataupun konflik antara korban dengan pihak yang dipanggil terkait coretan tersebut.
"Tidak ada konflik. Dia hanya menanyakan soal coretan itu dan tidak ada keributan," katanya.
Sumarna ditemukan meninggal dunia di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026). Saat dievakuasi, korban masih mengenakan seragam petugas keamanan dan kedua tangannya dalam keadaan terborgol.
Baca Juga: DLH Flores Timur Gelar Kerja Bakti Bersama, Perkuat Dukungan untuk Suksesnya Festival Bale Nagi 2026
Penyidik hingga kini masih melakukan penyelidikan intensif dengan memeriksa sedikitnya 15 saksi, termasuk rekan kerja korban, mengumpulkan barang bukti, serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Pendalaman terhadap dugaan keterkaitan kelompok geng motor dilakukan sebagai bagian dari pengungkapan perkara tewasnya Sumarna.
Artikel Terkait
KPK Bongkar Dugaan Korupsi Bupati Pemalang: Proyek dan Jual Beli Jabatan, 21 Orang Ditangkap
Viral Ejek Warga soal Lampu Jalan, Lurah Paya Pasir Medan Dijatuhi Sanksi Disiplin
Manfaatkan Galon Bekas, Hidroponik Sistem Sumbu Dorong Urban Farming Ramah Lingkungan
Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru Picu Aksi Siswa SMAN 1 Solok Selatan, Polisi dan Dinas Pendidikan Turun Tangan
Mahfud MD: Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Seharusnya Tidak Dilakukan