hukum-kriminal

Cegah Konflik Susulan di Manggarai Barat, Polres Dirikan Pos Pengamanan dan Intensifkan Patroli

Rabu, 5 Agustus 2026 | 22:46 WIB
Personel Polres Manggarai Barat berjaga di pos pengamanan kawasan Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, untuk mencegah konflik susulan dan menjaga keamanan warga.

REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO- Polres Manggarai Barat mendirikan pos pengamanan di kawasan Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, setelah bentrokan antar-kelompok warga terkait sengketa lahan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah konflik susulan sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Pengamanan diperkuat dengan patroli bergerak di sekitar lokasi sengketa dan kawasan permukiman yang berdekatan. Personel gabungan disiagakan di sejumlah titik yang dinilai rawan guna mengantisipasi pergerakan massa maupun potensi provokasi.

 

 

Baca Juga: Seorang Ibu di Sikka Menghilang, Surat untuk Suami dan Anak- anak Ungkap Motif Kepergian



Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang turun langsung ke lokasi untuk mengecek kesiapan personel, memantau perkembangan situasi, serta mengidentifikasi potensi kerawanan yang masih mungkin muncul.

“Kehadiran personel kepolisian di lokasi sengketa maupun permukiman warga bertujuan menjaga situasi tetap aman dan mencegah munculnya pergerakan massa maupun provokasi,” kata Christian di lokasi.

Pos pengamanan didirikan oleh personel Dalmas Satuan Samapta Polres Manggarai Barat di bawah koordinasi Kasat Samapta IPTU Jefri Apmalo. Petugas melakukan sterilisasi area sengketa dan membatasi akses pada titik-titik tertentu yang dianggap berpotensi memicu gesekan.

 

 

Baca Juga: Rakor Konflik Adonara Digelar, Gubernur NTT Minta Warga Tolak Provokasi



Patroli juga diperluas ke lingkungan warga untuk menjaga rasa aman masyarakat dan mencegah aksi balasan antar-kelompok.

Berdasarkan hasil pemantauan kepolisian, aktivitas warga di Desa Tanjung Boleng mulai kembali berjalan normal.

Selain pengamanan, kepolisian menyiapkan pendekatan persuasif melalui pertemuan dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga di Kampung Mbehal serta Kampung Rareng. Dialog dilakukan secara terpisah untuk meredakan ketegangan dan memperkuat komunikasi antar-kelompok.

 

Baca Juga: Pekerja Bangunan Tewas di Atap Rumah di TTS, Polisi Menelusuri Jejak Arus Listrik yang Tak Terputus



“Kami akan berdialog langsung dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga agar suasana tetap kondusif serta penyelesaian persoalan dapat ditempuh melalui jalur damai,” kata Christian.

Polres Manggarai Barat juga mengajak masyarakat menahan diri dan mempercayakan penyelesaian sengketa kepada proses hukum, mediasi pemerintah daerah, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Di sisi lain, penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana perusakan dan pembakaran saat bentrokan tetap berlangsung sesuai prosedur hukum. Aparat menyatakan tindakan kekerasan maupun perusakan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Halaman:

Tags

Terkini