Kapolres Sikka Imbau Warga Jaga Kamtibmas Jelang Komuni Suci Pertama, Tekankan Larangan Konsumsi Miras Berlebihan

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 7 Juni 2026 | 10:43 WIB
Kapolres Sikka memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat menjelang perayaan Komuni Suci Pertama di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. (Foto/ TBN Polres Sikka)
Kapolres Sikka memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat menjelang perayaan Komuni Suci Pertama di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. (Foto/ TBN Polres Sikka)

 

REPORTASENTT.COM, MAUMERE,– Menjelang pelaksanaan Perayaan Komuni Suci Pertama di Kabupaten Sikka, Kepolisian Resor Sikka mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan demi terciptanya suasana ibadah yang aman, damai, serta penuh sukacita.

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K. menyampaikan momentum Komuni Suci Pertama merupakan peristiwa iman yang sakral dan penuh makna spiritual bagi umat Katolik serta keluarga di Kabupaten Sikka.

Perayaan ini diharapkan berlangsung tertib dengan menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

 

Baca Juga: Cegah Balap Liar dan Miras, Polisi Sikka Gelar Patroli Presisi di Titik Rawan Kota Maumere



Seluruh rangkaian kegiatan ibadah dan syukuran keluarga diminta berlangsung dengan suasana kondusif, disertai partisipasi warga dalam menjaga ketertiban lingkungan sekitar lokasi kegiatan.

Dalam wawancara langsung, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K. menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk merayakan momen tersebut dengan rasa syukur sekaligus menjaga keamanan lingkungan secara bersama.

“Perayaan Komuni Suci Pertama menjadi momen sukacita bagi keluarga dan umat. Masyarakat di Kabupaten Sikka diharapkan menjaga lingkungan tetap aman, melaksanakan syukuran secara tertib, dan menciptakan suasana damai,” katanya.

 

Baca Juga: Siap Jadi Justice Collaborator, Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Klaim Kantongi Nama Tokoh yang Terlibat Kasus MBG



Kapolres juga mengingatkan pembatasan konsumsi minuman beralkohol dalam kegiatan syukuran.

Konsumsi miras tanpa kontrol dinilai sering memicu gangguan keamanan, termasuk perselisihan dan keributan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain di tengah masyarakat.

Makna perayaan keagamaan dipandang terletak pada rasa syukur, kebersamaan keluarga, serta penghormatan terhadap nilai iman yang dijalankan dengan tanggung jawab sosial oleh umat di wilayah Kabupaten Sikka.

 

Baca Juga: WNI Tewas Ditusuk Sesama Warga Indonesia di Jepang, Polisi Dalami Motif Pembunuhan



Perhatian juga diberikan pada keselamatan berlalu lintas seiring meningkatnya mobilitas warga menuju gereja dan lokasi acara keluarga.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X