REPORTASENTT.COM- Pelatih Pep Guardiola mengkritik penampilan Manchester City meski timnya memastikan tiket ke babak berikutnya usai menyingkirkan Salford City. Ia menilai anak asuhnya tampak kelelahan dan kurang fleksibel dalam membaca ruang permainan.
City memang menang, tetapi performa mereka jauh dari kata meyakinkan. Tuan rumah tampil lamban dan sempat terancam dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu sebelum gol jarak dekat Marc Guéhi pada menit ke-80 menggandakan keunggulan.
Gol tersebut menjadi yang pertama bagi Guéhi sejak bergabung bulan lalu. Sebelumnya, gol bunuh diri Alfie Dorrington sempat membuka asa City untuk berpesta gol seperti kemenangan besar mereka di ajang yang sama musim lalu.
Baca Juga: Gugat UU ASN ke MK, Dokter dan Advokat Soroti Penempatan Perwira Polri Aktif di Jabatan Sipil
Namun, lini tengah dan belakang Salford bermain disiplin dan rapat sehingga membatasi ruang gerak City.
Sejumlah peluang sempat tercipta, termasuk gol Omar Marmoush pada menit ke-23 yang dianulir karena offside.
Di sisi lain, Salford juga memberi ancaman. Ben Woodburn hampir memecah kebuntuan sebelum ditepis kiper James Trafford. Brandon Cooper pun menyia-nyiakan peluang emas dari situasi sepak pojok.
Baca Juga: Dari Dugaan Pemukulan hingga Palang Jalan, Insiden di Naimata Berhasil Diredam Polisi
Guardiola melakukan sejumlah perubahan pada babak kedua. Phil Foden, John Stones, dan Rayan Aït-Nouri ditarik keluar untuk memberi ruang bagi tenaga baru.
Pergantian itu berbuah hasil saat Guéhi mencetak gol yang meredakan tekanan.
Meski lolos, Guardiola tak menyembunyikan kekecewaannya terhadap performa tim.