“Kami seharusnya memindahkan bola ke sisi berlawanan untuk mencari ruang, tetapi itu baru terjadi setelah skor 2-0.
Itulah sebabnya pertandingan terasa membosankan. Kami tidak membaca ruang dengan baik dan terlalu lama dalam proses,” kata Guardiola.
Ia juga mengakui ada kemungkinan pesan tak tersampaikan secara optimal kepada para pemain.
Baca Juga: Rumah Walet Aktif di Samping Dapur MBG, BGN Minta SPPG Banyudono Pindah Lokasi
“Saya tahu para pemain menginginkannya, namun kami tidak memahami apa yang harus dilakukan. Mungkin saya tidak menjelaskan dengan cukup baik agar kami bisa lebih fleksibel,” lanjut dia.
Di kubu lawan, pelatih Salford Karl Robinson tetap bangga dengan perjuangan timnya.
“Saya sangat bangga. Hingga pergantian pemain menit ke-75, saya tidak melihat banyak peluang dari mereka. Namun tim seperti ini selalu punya kualitas untuk menciptakan momen,” kata Robinson.
Baca Juga: Badan Gizi Nasional Raih Nusantara Sustainability Award 2026, Dinilai Dorong Ekonomi Lokal Berkelanjutan
Hasil ini menjaga peluang Manchester City untuk terus bersaing memperebutkan trofi musim ini.
Namun, evaluasi besar menanti Guardiola, terutama terkait kondisi fisik pemain dan kemampuan tim beradaptasi menghadapi lawan yang bermain disiplin.
Artikel Terkait
Yayasan An-Nizam Ummat Adonara Gelar Perdana Nikah Massal dan Santunan Lintas Agama di Witihama
Siswa SD Dituduh Mencuri Tanpa Bukti di Sekolah, Mediasi Kekeluargaan di Maulafa Akhiri Polemik Tanpa Jalur Hukum
Dari Dugaan Pemukulan hingga Palang Jalan, Insiden di Naimata Berhasil Diredam Polisi
Hasil Survei Setahun Kepemimpinan, Tingkat Kepuasan Gubernur NTT Tembus 80,5 Persen
Gugat UU ASN ke MK, Dokter dan Advokat Soroti Penempatan Perwira Polri Aktif di Jabatan Sipil