REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Ada yang tak biasa dalam pelaksanaan ujian akhir bagi siswa-siswi SMKN 1 Wulanggitang tahun ini.
Alih-alih menggelar ujian di sekolah sendiri, mereka justru menempuhnya di SMA Negeri 1 Lewolaga. Apa sebenarnya yang terjadi?
Menurut Kepala SMKN 1 Wulanggitang, Yakobus Milan Dawan, keputusan ini diambil bukan tanpa alasan.
Dalam wawancara bersama Reportase NTT pada Selasa (8/4/2025), Milan mengungkapkan bahwa gedung sekolah mereka sudah tak layak pakai setelah terdampak erupsi Gunung Lewotobi laki-laki.
"Sudah hampir enam bulan kami menjalankan proses belajar mengajar di tenda darurat di Konga. Belajar di bawah tenda dengan kondisi cuaca yang tidak menentu tentu sangat tidak ideal, apalagi untuk menghadapi ujian," ujarnya.
Milan menambahkan, selama ini pihak sekolah telah berulang kali berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun pusat.
Baca Juga: Tiba- tiba di Jepang Saat Lebaran, Bupati Indramayu Disindir Keras Gubernur!
Namun, ketidakjelasan status zona bencana membuat proses rehabilitasi sekolah mandek.
“Kalau sekolah kami masuk zona rawan bencana, seharusnya direlokasi. Kalau tidak, ya direnovasi. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” keluhnya.
Kondisi di pengungsian pun dinilai jauh dari kata layak.
Baca Juga: Penyidik Polres Flores Timur Dinilai Lamban, Kasus Penggelapan Motor Tak Jelas Arahnya
Hujan deras kerap membuat air mengalir di bawah tenda, mengganggu konsentrasi belajar siswa.