REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Rencana pelantikan kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 30 Maret 2026 berubah menjadi pusaran kontroversi.
Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (SIM KSPS) mendadak menjadi episentrum masalah setelah sejumlah akun kepala sekolah aktif berubah status dalam waktu singkat.
Di Kabupaten Flores Timur, beberapa kepala sekolah melaporkan indikator status akun yang sebelumnya “hijau” tiba-tiba bergeser menjadi “merah”.
Baca Juga: Amukan Massa di Balik Kasus Pemerkosaan Difabel: Polisi Amankan Pelaku di Batuplat
Pergeseran tersebut terjadi menjelang pelantikan gelombang kedua tanpa disertai notifikasi teknis maupun penjelasan administratif yang dapat diuji publik.
Situasi ini memperkuat dugaan adanya intervensi dalam sistem digital tata kelola penugasan kepala sekolah.
Ketidaksesuaian data kian mencolok ketika informasi pada sistem kementerian masih menunjukkan masa tugas sejumlah kepala sekolah aktif hingga 2027.
Diskrepansi ini membuka ruang pertanyaan tentang validitas basis data, sekaligus memperlihatkan lemahnya integrasi antara otoritas pendidikan daerah dan pusat.
Dalam perspektif manajemen pendidikan, kondisi ini berpotensi mengganggu prinsip meritokrasi dan akuntabilitas jabatan fungsional.
Anggota DPRD NTT, Ana Waha Kolin, mendorong audit administratif menyeluruh terhadap perubahan status akun tersebut.
“Indikator merah tidak bisa dipandang sebagai kesalahan sistem biasa. Harus ada verifikasi berlapis karena menyangkut legitimasi jabatan dan keberlanjutan karier tenaga kependidikan,” kata Ana saat dihubungi terpisah Reportasentt.com, Sabtu (28/3/2026).
Baca Juga: Patroli Tengah Malam di Larantuka: Polisi dan Brimob Sisir Kapela, Antisipasi Gangguan Semana Santa 2026
Tekanan agar pelantikan ditunda semakin menguat. Ketidakpastian data dinilai beresiko melahirkan keputusan administratif yang cacat prosedur.
Artikel Terkait
Diskon Tiket PELNI Diminati Luas, Masyarakat Diminta Manfaatkan Sisa Kuota
Pengamanan Diperketat di Larantuka, Polisi Intensifkan Patroli Jelang Semana Santa 2026
Patroli Tengah Malam di Larantuka: Polisi dan Brimob Sisir Kapela, Antisipasi Gangguan Semana Santa 2026
Di Balik Sunyi Komnas HAM: Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Terancam Diperkecil Jadi Kriminal Biasa
Amukan Massa di Balik Kasus Pemerkosaan Difabel: Polisi Amankan Pelaku di Batuplat