ekonomi-bisnis

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12 Persen pada Kuartal II-2025, Tertinggi Sejak Dua Tahun Terakhir

Selasa, 5 Agustus 2025 | 22:32 WIB
Ilustrasi pertumbuhan Ekonomi RI yang tumbuh pada kuartal II (Q2) pada tahun 2025. (Freepik.com)


REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Perekonomian Indonesia mencatatkan kinerja impresif pada triwulan II (Q2) tahun 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
 
Angka ini melampaui capaian pada kuartal I-2025 yang tercatat sebesar 4,87 persen, sekaligus menjadi pertumbuhan tertinggi sejak kuartal II-2023.

Laporan Reuters, Selasa (5/8), menyebut pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bagi fundamental ekonomi nasional yang kian menguat di tengah tekanan global.
 
 
 
 Baca Juga: Polrestabes Bandung Ungkap Kasus Pembunuhan Pelajar SMK di Cibiru, Pelaku Mahasiswa Usia 21 Tahun


“Berdasarkan basis kuartal ke kuartal (qtq) yang tidak disesuaikan musiman, produk domestik bruto tumbuh 4,04 persen pada April-Juni,” demikian laporan Reuters mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS).

Pertanian dan Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 13,53 persen, didorong oleh keberhasilan musim panen dan meningkatnya permintaan terhadap komoditas pangan.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi pemerintah melonjak 21,05 persen, menjadi yang tertinggi dalam periode ini.
 
 
 
Baca Juga: Andre Taulany Hadiri Sidang Cerai, Tegas Tolak Libatkan Anak
 
Kenaikan signifikan tersebut mencerminkan aktifnya peran negara dalam belanja infrastruktur serta pelayanan publik.

Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

Sektor industri pengolahan tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi. Industri makanan dan minuman tumbuh 6,15 persen, seiring meningkatnya permintaan domestik dan ekspor seperti produk CPO, minyak goreng, serta makanan olahan lainnya.

Pertumbuhan tinggi juga terlihat di industri logam dasar yang melonjak hingga 14,91 persen, ditopang permintaan ekspor produk besi dan baja. Sementara itu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mencatat pertumbuhan 9,39 persen, baik dari pasar domestik maupun internasional.

Fondasi Ekonomi Kian Kokoh

Kinerja ekonomi yang positif ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat struktur ekonomi nasional agar lebih resilien terhadap risiko global, terutama dengan tumbuhnya sektor-sektor padat karya yang berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja.

Tags

Terkini