BMW X3 Dinobatkan SUV Terfavorit GIIAS 2025, Tapi Masih Punya PR?

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 22:18 WIB
Potret mobil SUV mewah asal Jerman, BMW X3. (Instagram.com/@bmw_indonesia)
Potret mobil SUV mewah asal Jerman, BMW X3. (Instagram.com/@bmw_indonesia)

 





 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, kembali menjadi sorotan publik.
 
Salah satu highlight yang menyita perhatian adalah penobatan BMW X3 sebagai mobil penumpang kategori Sport Utility Vehicle (SUV) terfavorit pilihan pengunjung.

Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram @giias_id pada Minggu, 3 Agustus 2025.
 
 
 
 
“Dari deretan mobil impian yang dipamerkan di GIIAS, para pengunjung telah memilih mobil penumpang favorit mereka tahun ini,” tulis GIIAS dalam caption-nya.

“BMW X3 (terpilih sebagai) mobil penumpang SUV terfavorit,” lanjut pernyataan tersebut.

Banyak Peminat, Banyak Pula Catatan

Meskipun berhasil menyabet gelar bergengsi, BMW X3 rupanya tidak sepenuhnya bebas dari kritik.
 
 
 
 
Ulasan dari Business Car UK mengungkap sejumlah catatan yang perlu diperhatikan para pecinta otomotif, terutama mereka yang mempertimbangkan untuk meminang SUV mewah asal Jerman ini.

1. Desain Eksterior: Kurang Greget

BMW X3 hadir dengan tampilan yang modern dan maskulin, gril depan besar dan lampu utama tipis jadi daya tarik utama.
 
Namun, perubahan desain eksterior dari generasi sebelumnya dinilai tidak terlalu signifikan.
 
 


“Siluet SUV ini memang tegas dan modern, tetapi jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, tidak ada perubahan besar yang benar-benar mengejutkan,” tulis Business Car UK.

2. Suspensi Kaku, Kenyamanan Dipertanyakan

Masuk ke bagian interior, BMW X3 menawarkan kabin canggih dengan desain melengkung serta layar informasi pengemudi berukuran 12,3 inci.
 
 
 
 
Meski terlihat premium, kenyamanan kabin disebut tidak jauh berbeda dari model sebelumnya.

Masalah utama datang dari karakter suspensi yang kaku, terutama pada varian dengan roda 20 inci.
 
Hal ini dinilai mengurangi kenyamanan saat melewati jalanan tidak rata, meskipun versi 21 inci justru terasa lebih stabil.
 
 


“Suspensinya cukup kaku, sehingga pada jalanan tidak rata terasa kurang stabil, terutama untuk varian dengan roda 20 inci,” ulas Business Car UK.

3. Desain dan Fitur Asisten Dinilai Kurang Inovatif

BMW X3 mencoba mengadopsi gaya desain dari SUV listrik BMW iX. Namun, pendekatan ini dinilai minim inovasi.
 
 
 
 
Secara teknologi, fitur seperti Driving Assistant dan Parking Assistant memang tersedia, namun kini sudah menjadi fitur standar di hampir seluruh kompetitor di kelas yang sama.


Layak Jadi Favorit, Tapi Belum Sempurna

Meski berhasil memikat hati pengunjung GIIAS 2025, publik tampaknya masih perlu melihat lebih dalam soal kualitas BMW X3.
 
 
 
 
Label “SUV Terfavorit” jelas merupakan pengakuan bergengsi, namun catatan-catatan dari pengamat otomotif menunjukkan bahwa ada ruang untuk perbaikan, khususnya pada aspek kenyamanan dan inovasi teknologi.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X