REPORTASENTT.COM, KUPANG- Sebanyak 404 personel gabungan dikerahkan oleh Polresta Kupang Kota untuk mengamankan aksi unjuk rasa damai yang digelar oleh aliansi Cipayung Plus bersama komunitas Pick Up se-Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, Senin (4/8).
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari, S.I.K., M.M., menyatakan bahwa pengerahan personel dalam jumlah besar tersebut bertujuan menjaga ketertiban umum serta memastikan keselamatan seluruh pihak, termasuk pengunjuk rasa, objek sasaran aksi, dan fasilitas publik.
“Kekuatan sebesar ini kami turunkan guna menjaga keamanan semua pihak, baik pengunjuk rasa, objek, maupun fasilitas umum, agar tetap asri,” ujar Kombes Djoko Lestari kepada wartawan.
Baca Juga: Suster Yasinta Kelara Labina: Dari Pelosok Flores Timur, Menjadi Pelita Iman di Tanah Suci Roma
Dari total 404 personel, 70 di antaranya berasal dari satuan Brimob sebagai Pasukan Huru Hara (PHH), 113 personel merupakan gabungan dari Polda Nusa Tenggara Timur, dan 221 personel berasal dari jajaran Polresta Kupang Kota.
Dalam pengamanan ini juga turut dikerahkan perlengkapan khusus, termasuk kendaraan taktis seperti Water Cannon.
Kombes Djoko menegaskan bahwa jumlah personel yang dikerahkan bukan karena kekhawatiran terhadap banyaknya massa aksi, melainkan mengikuti prosedur standar yang berlaku dalam setiap pengamanan aksi unjuk rasa.
Baca Juga: Larangan Study Tour oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tuai Pro dan Kontra
“Semua ini kami lakukan sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) yang berlaku secara nasional, tidak hanya di NTT, tapi juga di seluruh Polda se-Indonesia,” tegasnya.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada pagi hari itu berjalan damai dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.
Artikel Terkait
Roy Suryo Cs Akan Rilis Buku Dugaan Ijazah Palsu Jokowi pada 17 Agustus 2025
Mensesneg Prasetyo Hadi Bantah Isu Pergantian Mendagri: Jangan Bikin Isu
Kasus Ijazah Jokowi: Polisi Periksa Silfester Matutina, Ini 3 Tuduhan yang Dibahas
Andre Taulany Hadiri Sidang Cerai, Tegas Tolak Libatkan Anak
Larangan Study Tour oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tuai Pro dan Kontra
Suster Yasinta Kelara Labina: Dari Pelosok Flores Timur, Menjadi Pelita Iman di Tanah Suci Roma