Ambulans Bawa Jenazah Mogok di Tengah Banjir, Polisi Evakuasi dan Antar ke Rumah Duka di Malaka

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Senin, 27 April 2026 | 19:55 WIB
Personel Polres Malaka mengevakuasi jenazah dari ambulans mogok akibat banjir sebelum diantar menggunakan mobil patroli ke rumah duka. (Foto TBN Polda NTT)
Personel Polres Malaka mengevakuasi jenazah dari ambulans mogok akibat banjir sebelum diantar menggunakan mobil patroli ke rumah duka. (Foto TBN Polda NTT)

REPORTASENTT.COM, MALAKA- Perjalanan sebuah ambulans yang membawa jenazah menuju rumah duka terhenti di tengah banjir di Kabupaten Malaka, Sabtu (25/4/2026) malam. Kendaraan itu mogok saat melintasi genangan air tinggi di jalur dari Desa Bolan menuju wilayah Solo.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.50 WITA. Di tengah hujan deras dan kondisi jalan tergenang, personel Unit Turjawali Polres Malaka yang sedang berpatroli melihat ambulans berhenti dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah dari ambulans ke mobil patroli secara estafet dengan penuh kehati-hatian.

 

Baca Juga: Gudang Solar Ilegal di Atambua Terungkap, Polisi Amankan Pria dan Truk Modifikasi

 

Setelah proses pemindahan selesai, jenazah dibawa menggunakan kendaraan patroli hingga tiba aman di rumah duka.

Kapolres Malaka, Riki Ganjar Gumilar, mengatakan tindakan cepat dilakukan agar keluarga dapat segera menerima jenazah di rumah duka.

“Jenazah berhasil kami evakuasi dan kami antar sampai ke rumah duka dengan selamat. Ini bentuk pelayanan kepada masyarakat, terutama saat kondisi darurat,” kata Riki, Minggu (26/4/2026).

 

Baca Juga: Polisi Telusuri Jaringan Mafia Solar Subsidi Usai Penangkapan Sopir Truk di Manggarai



Selain menangani ambulans mogok, jajaran Polres Malaka juga memantau sejumlah wilayah terdampak banjir akibat hujan berintensitas tinggi sejak Sabtu.

Di Kecamatan Weliman, ketinggian air dilaporkan mencapai 50 hingga 80 sentimeter, terutama di Desa Farukmodok dan Wederok.

Di Kecamatan Malaka Tengah, genangan sekitar 40 sentimeter merendam jalan raya, pasar, dan permukiman warga di Desa Wehali, Bereliku, Naimana, Fahiluka, serta Umakatahan.

 

Baca Juga: Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Pangkas Pakan Ternak, Warga Amarasi Tewas di Atas Pohon



Sementara di wilayah Malaka Barat, air setinggi sekitar 30 sentimeter merendam jalan, sekolah, dan rumah warga di sejumlah desa.

Genangan juga dilaporkan terjadi di Dusun Laensukaer, Desa Seserai, Kecamatan Wewiku.

Petugas turut menangani pohon tumbang di Desa Rabasa Haerain bersama aparat desa setempat.

 

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X