REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menerima audiensi kepala desa dan tokoh masyarakat Desa Neleblolon, Kecamatan Ile Boleng, terkait sengketa lahan yang terjadi di wilayah tersebut. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Flores Timur, Selasa (28/4/2026).
Dalam audiensi itu, Doni Dihen mengajak seluruh pihak mengedepankan penyelesaian damai melalui jalur adat dan musyawarah bersama.
Menurut dia, persoalan lahan umumnya berkaitan dengan sejarah adat, warisan keluarga, serta perbedaan penafsiran antarpihak.
Baca Juga: ASN Malaka Diduga Intimidasi Wartawan, Hina Profesi Jurnalis dan Ancam Penjara
“Setiap wilayah memiliki cara penyelesaian berbeda. Masalah seperti ini biasanya bersumber dari cerita adat dan warisan orangtua, sehingga bisa muncul perbedaan pandangan dari kedua belah pihak,” kata Doni Dihen.
Ia mengapresiasi masyarakat yang menahan diri sehingga tidak terjadi benturan fisik selama sengketa berlangsung.
“Konflik tidak membawa ketenangan. Kehidupan justru dipenuhi rasa takut dan saling waspada. Jalan terbaik adalah saling memaafkan dan memberi ruang bagi kebenaran muncul,” katanya.
Doni Dihen juga meminta masyarakat bersabar sambil membuka ruang dialog kekeluargaan guna mencari solusi yang adil bagi semua pihak.
Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, menilai pendekatan budaya dan adat penting ditempuh dalam penyelesaian sengketa tersebut.
“Masalah apa pun perlu diselesaikan dengan duduk bersama. Pemerintah hadir sebagai fasilitator, sedangkan penyelesaian utama tetap berada di tangan para pihak. Keterbukaan dan kejujuran menjadi dasar penting,” kata Ignasius.
Baca Juga: Satreskrim Polres Sikka Amankan Dua Terduga Pelaku Penyelewengan 910 Liter Pertalite Bersubsidi
Ia juga mendorong masyarakat mencari waktu yang tepat untuk mempertemukan kedua pihak, mendengarkan kesaksian masing-masing, serta menyampaikan argumentasi secara terbuka.
“Meski prosesnya panjang, duduk bersama jauh lebih baik dan dapat mencegah benturan baru. Para orangtua juga perlu menjaga kampung dan memberi teladan bagi generasi muda agar konflik serupa tidak terulang,” katanya.
Audiensi turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah, di antaranya Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yakobus Ara Kian, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Badaruddin, serta pejabat lainnya.
Artikel Terkait
Dugaan Penyelewengan BBM Terbongkar di Manggarai Timur, Sopir dan Pemilik Diamankan
Satreskrim Polres Sikka Amankan Dua Terduga Pelaku Penyelewengan 910 Liter Pertalite Bersubsidi
Viral di TikTok, Kakak Haru Adik di Sekolah Rakyat Kini Fasih Bahasa Inggris
Sejarah Hari Buruh Internasional di Indonesia: Dari Perjuangan Pekerja hingga Resmi Menjadi Hari Libur Nasional
ASN Malaka Diduga Intimidasi Wartawan, Hina Profesi Jurnalis dan Ancam Penjara