LKPJ 2025 Flores Timur: Pendapatan Daerah Capai 94,53 Persen, Bonus Demografi Jadi Peluang

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Jumat, 24 April 2026 | 08:23 WIB
Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen. (Foto/ist)
Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen. (Foto/ist)

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pemerintah Kabupaten Flores Timur menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD sebagai bentuk akuntabilitas kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, memaparkan realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1,17 triliun atau 94,53 persen dari target Rp1,23 triliun. Struktur penerimaan masih didominasi pendapatan transfer.

“Realisasi pendapatan menunjukkan kinerja fiskal yang cukup baik, meski optimalisasi PAD masih perlu diperkuat melalui perbaikan sistem dan kapasitas aparatur,” kata Antonius Doni Dihen dalam laporan PLJ tersebut.

 

Baca Juga: Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Adonara: BAP Satres Narkoba Disoal, Laporan Penyesatan Proses Hukum Bergulir ke Pidum Polres Flores Timur



Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat Rp72,96 miliar atau 87,45 persen dari target. Pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan antar daerah mencapai Rp1,08 triliun atau 95,17 persen.

Sementara lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi Rp12,37 miliar atau 84,94 persen.

Pemerintah daerah mengidentifikasi sejumlah kendala dalam peningkatan PAD, terutama pengelolaan potensi pajak dan retribusi yang belum optimal, serta keterbatasan sumber daya aparatur dan sistem pendukung.

 

Baca Juga: Penipuan Tiket Pelni di Kupang Terungkap, Dua Pelaku Raup Keuntungan Ratusan Ribu per Tiket

Selain aspek fiskal, laporan juga memotret kondisi demografis.

Jumlah penduduk Flores Timur hingga akhir 2025 mencapai 292.128 jiwa dengan dominasi usia produktif, mencerminkan fase bonus demografi.

“Komposisi usia produktif membuka peluang percepatan ekonomi, tetapi membutuhkan peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja,” ujar Antonius Doni Dihen.

 

Baca Juga: Kasus Kekerasan di Ile Boleng: Operator SD dan Saudaranya Diduga Aniaya Pensiunan Guru

Di sisi lain, tingkat pendidikan masyarakat masih didominasi lulusan sekolah dasar.

Kondisi ini menjadi tantangan dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia dan kualitas layanan publik.

Secara keseluruhan, LKPJ 2025 memperlihatkan capaian kinerja yang progresif dengan sejumlah catatan perbaikan pada pengelolaan pendapatan dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X