REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina, memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait laporan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (4/8).
Silfester datang didampingi Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradi) Bersatu, Ade Darmawan.
Silfester datang didampingi Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradi) Bersatu, Ade Darmawan.
Ia menyatakan kehadirannya untuk memberikan keterangan dalam proses penyidikan atas laporan yang diajukan langsung oleh Presiden Jokowi.
Baca Juga: Mensesneg Prasetyo Hadi Bantah Isu Pergantian Mendagri: Jangan Bikin Isu
“Hari ini saya dan Bang Ade diminta datang untuk memberikan kesaksian dalam penyidikan,” kata Silfester kepada wartawan di Polda Metro Jaya.
Menurutnya, terdapat tiga poin utama yang dibahas dalam agenda pemeriksaan tersebut, yakni dugaan penghasutan, pencemaran nama baik, serta fitnah.
“Hari ini saya dan Bang Ade diminta datang untuk memberikan kesaksian dalam penyidikan,” kata Silfester kepada wartawan di Polda Metro Jaya.
Menurutnya, terdapat tiga poin utama yang dibahas dalam agenda pemeriksaan tersebut, yakni dugaan penghasutan, pencemaran nama baik, serta fitnah.
Selain itu, turut dibahas kemungkinan pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Baca Juga: Roy Suryo Cs Akan Rilis Buku Dugaan Ijazah Palsu Jokowi pada 17 Agustus 2025
“(Penyidikan) mengenai indikasi satu, penghasutan, kedua, pencemaran nama baik, ketiga, fitnah, dan juga pelanggaran atau manipulasi Undang-Undang ITE, yang dilaporkan oleh Bapak Joko Widodo,” ujarnya.
Menjelang pemeriksaan, Silfester mengaku sempat dihubungi langsung oleh Presiden Jokowi.
“(Penyidikan) mengenai indikasi satu, penghasutan, kedua, pencemaran nama baik, ketiga, fitnah, dan juga pelanggaran atau manipulasi Undang-Undang ITE, yang dilaporkan oleh Bapak Joko Widodo,” ujarnya.
Menjelang pemeriksaan, Silfester mengaku sempat dihubungi langsung oleh Presiden Jokowi.
Ia menyampaikan bahwa presiden berada dalam kondisi tenang dan tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa.
“Saat ini boleh saya katakan, kemarin Bapak (Jokowi) menelepon saya. Beliau menyampaikan bahwa beliau baik-baik saja di Solo, bergembira bersama keluarga, dan terus menerima masyarakat,” ungkapnya.
Silfester menilai komunikasi tersebut menunjukkan bahwa Presiden Jokowi tidak terganggu secara pribadi atas isu yang berkembang di publik.
“Ini yang membikin Pak Jokowi bergembira,” tambahnya.
Ia juga menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menunjukkan bahwa mayoritas publik tidak mempercayai tudingan ijazah palsu terhadap Presiden.
“Memang saat ini kita bergembira ya, karena masyarakat sekitar 74,6 persen tidak mempercayai ijazah Pak Jokowi palsu,” ujarnya.
Pemeriksaan terhadap Silfester menjadi bagian dari proses hukum untuk menelusuri tuduhan yang selama ini dialamatkan kepada kepala negara terkait keabsahan dokumen akademiknya.
Artikel Terkait
Dikira Liburan, Eh Diciduk! Buron Curanmor Tertangkap Saat Numpang Nginap
Lima Nelayan Selamat Usai Perahu Terbalik Diterjang Cuaca Buruk di Selat Alas-Kayangan
Gubernur Melki Laka Lena: 5.000 PPPK Harus Seirama dengan PNS
Roy Suryo Cs Akan Rilis Buku Dugaan Ijazah Palsu Jokowi pada 17 Agustus 2025
Mensesneg Prasetyo Hadi Bantah Isu Pergantian Mendagri: Jangan Bikin Isu