REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Dari tanah Flores Timur, langkah kaki Yasinta Kelara Labina menapaki panggilannya yang paling dalam, menjadi pelayan Tuhan dalam Kongregasi Susteran Katekis Hati Kudus.
Kini, jauh dari kampung halamannya, ia mengabdikan diri di Cerbara Via Giuseppe, Roma- Italia, sembari melanjutkan studi dan mewartakan kasih Tuhan lewat pendidikan dan pelayanan pastoral.
Akar yang Kuat dari Tanah Nusa Bunga
“Saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana,” kenangnya.
Baca Juga: Larangan Study Tour oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tuai Pro dan Kontra
Ayah seorang petani, ibu seorang pengurus rumah tangga.
Bersama lima saudara perempuan dan satu saudara laki-laki, Yasinta tumbuh dalam pelukan iman Katolik yang kuat.
Orang tuanya berasal dari dua kampung berbeda, Kampung Tengah dan Lewolere, namun mereka membesarkan anak-anak mereka di Kolidatang, Tanjung Bunga, dengan cinta dan doa yang tak pernah putus.
Baca Juga: Polisi Gagalkan Pengiriman Anak di Bawah Umur ke Kalimantan, Modus TPPO Dibongkar
Sejak kecil, Yasinta telah mengenal kerasnya hidup di kampung yang kala itu belum memiliki Taman Kanak-Kanak.
Ia langsung masuk SD pada usia 6 tahun. Masa pendidikan lanjut ia jalani di Larantuka, di SMP Gabriel dan SMA Darius.
Setelah lulus tahun 2008, ia sempat mengajar di sebuah TK kampung sebelum akhirnya memutuskan untuk hidup membiara pada tahun 2009.
Baca Juga: Dikira Liburan, Eh Diciduk! Buron Curanmor Tertangkap Saat Numpang Nginap
Artikel Terkait
Roy Suryo Cs Akan Rilis Buku Dugaan Ijazah Palsu Jokowi pada 17 Agustus 2025
Mensesneg Prasetyo Hadi Bantah Isu Pergantian Mendagri: Jangan Bikin Isu
Kasus Ijazah Jokowi: Polisi Periksa Silfester Matutina, Ini 3 Tuduhan yang Dibahas
Andre Taulany Hadiri Sidang Cerai, Tegas Tolak Libatkan Anak
Larangan Study Tour oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tuai Pro dan Kontra