REPORTASENTT.COM, KUPANG,- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyoroti masih tingginya ketergantungan badan usaha milik daerah (BUMD) terhadap suntikan modal pemerintah daerah.
BUMD diminta lebih profesional, produktif, dan mampu menghasilkan keuntungan untuk masyarakat.
“Kalau BUMD hanya hidup dari suntikan modal daerah, lalu kapan dia benar-benar hidup untuk rakyat?” kata Melki saat melantik jajaran PT Flobamor, PT Kawasan Industri Bolok, dan Direktur Kepatuhan BPD NTT.
Baca Juga: Tuntutan Adat Menguat, Kapolresta Kupang Kota Pastikan Kasus Kematian YB Diusut Transparan
Menurut Melki, NTT memiliki potensi besar di berbagai sektor, namun pengelolaannya belum dilakukan secara serius dan profesional.
Karena itu, seluruh jajaran BUMD diminta mampu membaca peluang usaha dan memperkuat tata kelola perusahaan.
Ia menilai kawasan industri harus mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Baca Juga: Pukulan Sekali, Damai Seumur Nasi? Drama Pasutri di Kupang Berakhir di Ruang Mediasi Polisi
PT Kawasan Industri Bolok, misalnya, didorong menghadirkan aktivitas industri yang nyata serta membuka ruang investasi.
“Saya ingin Kawasan Industri Bolok bukan hanya lahan dan papan nama. Harus ada industri bergerak, investasi masuk, UMKM tumbuh, dan tenaga kerja lokal terserap,” katanya.
Untuk PT Flobamor, Melki meminta perusahaan daerah tersebut lebih agresif memanfaatkan potensi ekonomi NTT.
Sektor perdagangan, pangan, pariwisata, peternakan, energi, hingga ekonomi kreatif dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
“Jangan takut membaca peluang. Semua potensi itu harus diubah menjadi nilai ekonomi bagi rakyat,” katanya.
Sementara kepada BPD NTT, Melki mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik di tengah percepatan modernisasi layanan perbankan.