ekonomi-bisnis

BRI Latih 60 Purna PMI Cirebon untuk Kembangkan Usaha Berkelanjut

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:42 WIB
Peserta purna pekerja migran Indonesia mengikuti pelatihan kewirausahaan BRI Peduli di Cirebon sebagai bekal mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. (Foto Dok. BRI)

 

REPORTASENTT.COM, CIREBON – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program tanggung jawab sosial BRI Peduli menggelar Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) bagi 60 peserta asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Program ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan kewirausahaan para purna PMI setelah kembali ke Indonesia.

Pelatihan berlangsung di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon dengan materi yang mencakup dasar-dasar kewirausahaan, identifikasi potensi usaha, analisis peluang pasar lokal, penyusunan rencana bisnis, manajemen produksi, pemasaran, pengelolaan keuangan, penguatan mental berwirausaha, hingga pendampingan bisnis setelah pelatihan selesai.


Baca Juga: Kematian dr. Icha Jadi Sorotan Nasional, Kemenkes hingga Pemda Desak Pengusutan Transparan

Program tersebut dirancang untuk membantu purna PMI membangun usaha produktif sesuai potensi daerah masing-masing sekaligus memperluas peluang kerja dan meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga melalui pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

Data Pusat Data dan Informasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia per Desember 2025 menunjukkan Jawa Barat menjadi daerah asal PMI terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 21,93 persen dari total nasional.

Kabupaten Cirebon juga masuk lima besar daerah asal PMI dengan kontribusi 4,02 persen. Jumlah PMI dari daerah tersebut meningkat dari 767 orang menjadi 886 orang sepanjang 2025 atau naik 15,51 persen.


Baca Juga: RSUD Larantuka Kebut Izin Lingkungan, Direktur Optimistis Layanan Cuci Darah Beroperasi Tahun Ini

Peningkatan jumlah pekerja migran tersebut menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai salah satu wilayah prioritas dalam penguatan kapasitas purna PMI melalui pelatihan kewirausahaan dan pengembangan usaha produktif.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan program pemberdayaan ini disusun untuk membekali purna PMI dengan keterampilan dan pengetahuan dalam membangun usaha serta memperluas peluang kerja di dalam negeri.

“Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan purna migran dalam mengembangkan usaha, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan perencanaan dan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan. Dengan dukungan mentor berpengalaman, mereka diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat,” kata Dhanny.

Baca Juga: Prosesi Antar Mahar di Adonara Perkuat Identitas Budaya Lamaholot Lintas Generasi

Salah satu peserta, Tanipa, purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, menilai pelatihan tersebut memberi manfaat nyata.

Perempuan yang pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura itu mengaku memperoleh pemahaman mengenai validasi bisnis, literasi keuangan, pengelolaan usaha, hingga strategi pengembangan bisnis.

“Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan purna PMI dalam mengembangkan usaha. Saya berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak purna PMI merasakan manfaatnya,” kata Tanipa.

Tags

Terkini