REPORTASENTT.COM, RUTENG- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), membawa perubahan bagi para petani.
Sejak dapur MBG beroperasi, hasil panen warga terserap dengan harga lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Ketua Kelompok Tani Locak Jaya di Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Anselmus Deok, merasakan langsung dampak program tersebut.
Baca Juga: PK Artis Jebolan Indonesian Idol Jadi Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Belu
Ia menyebut harga sayuran yang sebelumnya rendah kini melonjak setelah ada pembelian rutin dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Sangat bersyukur dengan kehadiran MBG karena harga hasil kebun kami naik,” kata Anselmus, Sabtu (21/2).
Sebelum program berjalan, wortel yang dipanen hanya dihargai sekitar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kilogram. Jika tak terserap pasar, sebagian hasil panen terpaksa dibuang.
Baca Juga: Mengantuk di Jalur Menanjak, Bus Pine Green Meta Masuk Jurang di Cunca Lolos, Labuan Bajo
Kini, SPPG membeli wortel petani dengan harga Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram. Pembayaran dilakukan langsung kepada petani tanpa melalui perantara.
“Sekarang semua barang habis terserap, tidak ada lagi yang terbuang,” lanjutnya.
Menurut Anselmus, petani juga mendapat informasi lebih awal mengenai jenis komoditas yang dibutuhkan.
Artikel Terkait
Rp 11 Miliar Menguap di Jalan Lamanabi–Latonliwo: Proyek CV Valentine Mandek di Angka 27 Persen
Polres Sikka Bantah Lamban Tangani Dugaan TPPO di Pub Eltras, Propam Selidiki Isu Bekingan dan Penganiayaan Anggota
Rekam Jejak IPTU Yefri Sefrudin Apmalo, Figur Muda di Balik Rotasi Strategis Polres Manggarai Barat
Mengantuk di Jalur Menanjak, Bus Pine Green Meta Masuk Jurang di Cunca Lolos, Labuan Bajo
PK Artis Jebolan Indonesian Idol Jadi Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Belu