Kematian dr. Icha Jadi Sorotan Nasional, Kemenkes hingga Pemda Desak Pengusutan Transparan

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Selasa, 30 Juni 2026 | 09:59 WIB
Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha) menjadi sorotan nasional dan masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. (Foto ist)
Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha) menjadi sorotan nasional dan masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. (Foto ist)

REPORTASENTT.COM, KEFAMENANU,- Kasus meninggalnya dokter muda, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha, memicu perhatian luas di tingkat nasional.

Dugaan intimidasi yang melibatkan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mendapat respons dari berbagai pihak, mulai dari keluarga korban, organisasi profesi dokter, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, hingga aparat penegak hukum.

Keluarga dr. Icha menilai terdapat dugaan intimidasi yang terjadi saat insiden di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026. Dugaan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian.

 

Baca Juga: RSUD Larantuka Kebut Izin Lingkungan, Direktur Optimistis Layanan Cuci Darah Beroperasi Tahun Ini

 

Keluarga mengaku telah mengumpulkan puluhan saksi dan berencana menempuh jalur hukum untuk mengungkap peristiwa yang mereka yakini berkaitan dengan meninggalnya dr. Icha.

Kasus tersebut juga mendapat perhatian dari Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI). Organisasi profesi itu mendorong pemerintah memperkuat regulasi perlindungan terhadap tenaga medis agar dokter dan tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas tanpa tekanan maupun intimidasi.

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara turut mengambil langkah dengan merespons dugaan intimidasi tersebut. Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengecam tindakan yang diduga terjadi terhadap tenaga medis dan memerintahkan pembekuan sementara proses perpanjangan izin operasional RS Leona hingga seluruh persoalan memperoleh kejelasan.

 

Baca Juga: Eks HGU di Tasikmalaya Jadi Polemik, Petani Pertanyakan Proyek Batalyon TNI

Kementerian Kesehatan juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dr. Icha. Selain itu, Kemenkes menyatakan akan mendalami informasi mengenai dugaan intimidasi terhadap tenaga medis yang mencuat dalam kasus tersebut.

Di sisi lain, Polres TTU terus melakukan penyelidikan. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan menyatakan akan memanggil tiga anggota DPRD TTU yang disebut dalam laporan keluarga untuk dimintai klarifikasi.

Sementara itu, tiga anggota DPRD yang namanya dikaitkan dalam kasus tersebut membantah melakukan intimidasi. Mereka mengakui sempat berbicara dengan nada tinggi karena situasi pasien dinilai dalam kondisi darurat. Namun, mereka menegaskan tidak memiliki niat mengintimidasi tenaga medis.

 

Baca Juga: UV Diduga Tabrak Lari di Bandung Diamuk Massa, Netizen Soroti Aksi Ugal- ugalan Sopir

Salah satu anggota DPRD TTU, Veronika Lake, juga memberikan klarifikasi terkait pernyataan yang sempat viral di media sosial.

Ia menyatakan ucapannya tidak ditujukan secara pribadi kepada dr. Icha, melainkan sebagai bentuk kritik terhadap pelayanan rumah sakit yang dinilai perlu dievaluasi.

Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya dr. Icha serta dugaan keterkaitannya dengan insiden di IGD RS Leona masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

Baca Juga: Brigjen Faizal Resmi Jabat Wakapolda NTT, Polda Perkuat Soliditas dan Pelayanan Publik

 

Belum terdapat putusan hukum yang menyatakan adanya tindak pidana maupun pihak yang dinyatakan bertanggung jawab secara hukum dalam perkara tersebut.

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X