Awal Perjalanan Pulang Kampung
Ketika banyak orang berlomba-lomba meninggalkan desa untuk menggapai cita-cita di kota besar, Rahman Tukan Hanafi justru memilih jalan sebaliknya.
Setelah merintis karier gemilang sebagai Direktur PT Radio Suara Kesehatan Muna di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Rahman memutuskan untuk pulang ke tanah kelahirannya, Desa Wewit di Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Polres Ende Gelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-76 Tahun 2024
“Kampung halaman adalah tempat di mana segala mimpi bermula,” ungkap Rahman, yang merenung mengapa harus mengabdi di tanah rantau ketika kampung sendiri menyimpan begitu banyak potensi.
Ia menyaksikan betapa melimpahnya hasil kelapa di desa, namun ironisnya, kelapa hanya diperlakukan sebagai komoditas mentah, dijual dalam bentuk kopra atau buah utuh.
Dengan semangat membangun kampung, ia bermimpi menciptakan produk bernilai tambah dari kelapa, seperti minyak goreng.
Baca Juga: Presiden Prabowo Ungkap Peran Tak Terduga Mesir dalam Membantu Gaza, Apa Kontribusinya?
Merancang Bisnis di Tengah Keterbatasan
Langkah pertama Rahman dimulai dengan menyusun rencana bisnis yang matang. Ia berkonsultasi dengan Penyuluh Pertanian setempat yang menyarankan agar usaha ini dikelola melalui BUMDES.
Namun, karena rencana tersebut tak kunjung terealisasi, Rahman memutuskan untuk bergerak sendiri.
Bersama seorang teman, Andarias dari Makassar, Rahman mengumpulkan modal awal Rp 50 juta dari seorang investor.
Baca Juga: Masa Kontrak Honorer Flores Timur Berakhir Desember 2024, Pemkab Ucapkan Terima Kasih
Kekurangan modal ditutupi dengan meminjam dana dari Koperasi Guru Klubagolit Cabang Waiwadan.