Manfaatkan Galon Bekas, Hidroponik Sistem Sumbu Dorong Urban Farming Ramah Lingkungan

Photo Author
Florianus Harson, Reportase NTT
- Kamis, 30 Juli 2026 | 06:11 WIB
: Mahasiswa dan warga mengikuti pelatihan pembuatan hidroponik sistem sumbu menggunakan galon plastik bekas sebagai media tanam urban farming ramah lingkungan. (Foto: Dok. Universitas Trilogi)
: Mahasiswa dan warga mengikuti pelatihan pembuatan hidroponik sistem sumbu menggunakan galon plastik bekas sebagai media tanam urban farming ramah lingkungan. (Foto: Dok. Universitas Trilogi)

 

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA,— Galon plastik bekas dapat disulap menjadi media tanam hidroponik sederhana yang mampu menghasilkan sayuran segar di lahan sempit perkotaan.

Metode hidroponik sistem sumbu atau wick system semakin banyak diperkenalkan sebagai solusi urban farming yang hemat biaya, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan.

Teknik ini memanfaatkan kain flanel sebagai sumbu untuk mengalirkan air dan larutan nutrisi dari wadah penampung menuju akar tanaman.

 

Baca Juga: Viral Ejek Warga soal Lampu Jalan, Lurah Paya Pasir Medan Dijatuhi Sanksi Disiplin

 

Berbeda dengan sistem hidroponik lain, metode tersebut tidak memerlukan pompa maupun instalasi yang rumit sehingga cocok digunakan masyarakat yang baru memulai bercocok tanam.

Berbagai tanaman hortikultura dapat dibudidayakan menggunakan sistem sumbu, mulai dari selada, pakcoy, kangkung, bayam, cabai, tomat, hingga terong.

Dalam penerapannya, bagian bawah galon berfungsi sebagai penampung air bernutrisi, sedangkan bagian atas diisi media tanam seperti sekam bakar atau cocopeat.

 

 

Baca Juga: Videotron di Tugu Naruto Melawi Tiba- tiba Tampilkan Konten Dewasa, Kominfo Sebut Diduga Diretas



Pengenalan teknologi sederhana ini juga dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar masyarakat mampu mempraktekkan pembuatannya secara mandiri di rumah.

Warga diajak mengikuti pelatihan langsung mulai dari merakit galon bekas hingga menanam bibit menggunakan sistem sumbu.

Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Trilogi, Tsabbit Aqdaamii' Arsyan, menilai metode tersebut mudah dipelajari dan tidak membutuhkan modal besar sehingga menarik minat masyarakat.

Halaman:

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X