Konflik Adonara Berpeluang Mereda, Tokoh Adat Siapkan Forum Perdamaian

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Selasa, 28 Juli 2026 | 23:56 WIB
Tokoh adat Adonara Lukas Orong bersama Tim Mediasi membahas langkah perdamaian untuk menyelesaikan konflik komunal melalui pendekatan adat Lamaholot. (Foto TBN Polda NTT)
Tokoh adat Adonara Lukas Orong bersama Tim Mediasi membahas langkah perdamaian untuk menyelesaikan konflik komunal melalui pendekatan adat Lamaholot. (Foto TBN Polda NTT)

REPORTASENTT.COM, ADONARA- Upaya meredakan konflik komunal di Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mulai memasuki tahap baru melalui jalur adat.

Sejumlah tokoh masyarakat kini menyiapkan forum perdamaian dengan melibatkan unsur adat Lamaholot sebagai langkah mencari penyelesaian yang dapat diterima seluruh pihak.

Tim Mediasi Penyelesaian Konflik Komunal Adonara melakukan pertemuan dengan Tokoh Adat Suku Lamalimut, Lukas Orong, di Rumah Adat Suku Lamalimut, Desa Saosina, Kecamatan Adonara Timur, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.

 

 

Baca Juga: Massa Konvoi Diduga Lempari Rumah Warga di TTS, Polisi Selidiki Perusakan 32 Rumah



Pertemuan tersebut membahas peran tokoh adat dalam membantu menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat Desa Narasaosina agar menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu kembali ketegangan antara Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak.

Ketua Tim Mediasi Anton Bapa Tokan bersama jajaran tim meminta dukungan Lukas Orong untuk menjadi penghubung dalam proses penyelesaian konflik berbasis adat.

Pendekatan kekeluargaan dinilai penting karena kedua kelompok masyarakat masih memiliki hubungan kekerabatan dalam lingkungan adat Lamaholot.

 

Baca Juga: Nyaris Terbang ke Malaysia, 5 Calon Pekerja Migran Diduga Korban TPPO Diamankan Polda NTT



Selain meminta dukungan tokoh adat, Tim Mediasi juga menggali masukan mengenai tokoh-tokoh lain yang memiliki pengaruh dalam komunitas adat untuk dilibatkan dalam proses perdamaian.

Langkah tersebut dilakukan agar forum penyelesaian konflik dapat melibatkan seluruh unsur masyarakat yang memiliki peran penting.

Rangkaian mediasi berikutnya juga akan melibatkan unsur kepolisian untuk memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan tertib.

 

Baca Juga: Korban Pengeroyokan di Tabanan Diduga Cari Uang Sekolah Anak, Video Tangis Putrinya Viral di Media Sosial

 

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X