Konflik Adonara Berpeluang Mereda, Tokoh Adat Siapkan Forum Perdamaian

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Selasa, 28 Juli 2026 | 23:56 WIB
Tokoh adat Adonara Lukas Orong bersama Tim Mediasi membahas langkah perdamaian untuk menyelesaikan konflik komunal melalui pendekatan adat Lamaholot. (Foto TBN Polda NTT)
Tokoh adat Adonara Lukas Orong bersama Tim Mediasi membahas langkah perdamaian untuk menyelesaikan konflik komunal melalui pendekatan adat Lamaholot. (Foto TBN Polda NTT)

Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Kantor Desa Horinara serta forum adat berikutnya yang melibatkan para pemangku adat dari berbagai unsur.

Lukas Orong menyatakan dukungannya terhadap proses penyelesaian konflik melalui mekanisme adat. Ia menilai keterlibatan seluruh tokoh adat dari unsur Paji maupun Demong menjadi bagian penting agar hasil kesepakatan dapat diterima masyarakat.

“Penyelesaian persoalan ini harus melibatkan semua unsur adat agar keputusan yang dihasilkan dapat menjadi kesepakatan bersama dan menjaga hubungan persaudaraan masyarakat,” kata Lukas Orong.

 

Baca Juga: Kapal Mati Mesin di Perairan Sikka, Tim SAR Evakuasi Tiga Penumpang dan Selamatkan Tujuh Orang



Ia juga menyampaikan rencana pertemuan para tokoh adat Desa Narasaosina dan Desa Saosina yang akan berlangsung pada Senin (27/7/2026) pukul 14.00 WITA di Rumah Adat Suku Geko, Desa Saosina.

Forum tersebut akan membahas pemahaman bersama terkait tujuan pembentukan Tim Mediasi serta dukungan terhadap upaya perdamaian.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan kepolisian mengapresiasi langkah Tim Mediasi dan para tokoh adat yang memilih jalur dialog dalam menyelesaikan konflik.

 

Baca Juga: Menhan Terima SK PPKH, Pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan TNI AD Dipercepat



“Pendekatan adat dan budaya menjadi bagian penting dalam membangun perdamaian di tengah masyarakat. Dialog antara tokoh adat dan seluruh pihak diharapkan mampu menciptakan penyelesaian yang diterima bersama,” kata Henry.

Polri bersama Polres Flores Timur juga akan melakukan pengamanan dan pemantauan selama proses mediasi berlangsung.

Aparat memastikan seluruh tahapan berjalan aman serta mencegah munculnya gangguan keamanan yang dapat menghambat proses perdamaian.

 

Baca Juga: Tangis Gadis Kecil di Makam Ayah Korban Amuk Massa Diduga Curi Ayam Menggema, Ustaz Abdul Somad: Ayam Dibayar Nyawa Tak Bisa Dibenarkan

Konflik antara Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, kini berpeluang mereda setelah para tokoh adat menyiapkan forum perdamaian sebagai wadah penyelesaian melalui pendekatan adat Lamaholot.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X