Mahfud MD: Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Seharusnya Tidak Dilakukan

Photo Author
Florianus Harson, Reportase NTT
- Kamis, 30 Juli 2026 | 06:27 WIB
Mahfud MD (kiri) dan Dedi Mulyadi (kanan) dalam foto ilustrasi kolase yang disusun tim desain untuk menggambarkan polemik sayembara penangkapan begal.
Mahfud MD (kiri) dan Dedi Mulyadi (kanan) dalam foto ilustrasi kolase yang disusun tim desain untuk menggambarkan polemik sayembara penangkapan begal.

 

 

Baca Juga: Konflik Adonara Berpeluang Mereda, Tokoh Adat Siapkan Forum Perdamaian



“Saya pernah saat membawa mobil sendiri, berhenti di warung, lalu ada orang yang bertanya, ‘Eh kamu bawa HP saya.’ Orang itu memegang saya dan menjelaskan, sampai datang rombongan. Malah yang punya HP ini dihajar. Tidak bisa seperti itu. Orang disuruh menangkap di tengah jalan. Harus ada aparat, kalau kurang, tambah aparat. Namanya negara hukum,” katanya.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara bagi warga Jawa Barat yang berhasil melumpuhkan pelaku begal, copet, jambret, dan pelaku kejahatan jalanan lainnya, kemudian menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup.

Hadiah yang dijanjikan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp50 juta.

 

Baca Juga: Skandal MBG Membesar di Era Dadan Hindayana, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi



Dengan alasan berpotensi memicu anarki, tindakan salah sasaran, dan melemahkan prinsip negara hukum, Mahfud MD menilai sayembara penangkapan begal yang diumumkan Dedi Mulyadi seharusnya tidak dilakukan.

Halaman:

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X