Pascagempa M7,7, BNPB Siapkan Bantuan Rp15 Juta- Rp30 Juta untuk Rumah Warga Ende

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:13 WIB
Kepala BNPB Suharyanto berdialog dengan warga terdampak gempa di Ende, Nusa Tenggara Timur, saat meninjau kondisi penyintas di lokasi terdampak.  (Foto/ ist)
Kepala BNPB Suharyanto berdialog dengan warga terdampak gempa di Ende, Nusa Tenggara Timur, saat meninjau kondisi penyintas di lokasi terdampak. (Foto/ ist)

 

REPORTASENTT.COM, ENDE,— Warga Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, masih bertahan di tenda darurat setelah rumah mereka terdampak guncangan gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Flores pada Sabtu (15/8).

Sebagian rumah mengalami kerusakan sehingga warga memilih meninggalkan bangunan dan menempati tempat pengungsian untuk mengurangi risiko akibat gempa susulan yang masih terjadi di wilayah tersebut.

Kondisi itu mendorong pemerintah daerah menyediakan tenda keluarga sebagai tempat berlindung sementara bagi masyarakat terdampak.

 

 

Baca Juga: BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Flores, Aktivitas Diprediksi Meluruh hingga Akhir September



Empat hari setelah gempa utama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., mendatangi Desa Peozaka Ramba pada Rabu (19/8). Perjalanan menuju lokasi ditempuh melalui medan berbukit dengan sejumlah ruas jalan menanjak dan masih berbatu.

Pertemuan langsung dengan warga dilakukan untuk melihat kondisi penyintas, memeriksa kebutuhan di lokasi pengungsian, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat selama fase penanganan pascagempa.

Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto meminta warga tidak memasuki rumah yang mengalami kerusakan sebelum bangunan dinyatakan aman.

 

 

Baca Juga: Pemkab Manggarai Timur Bergerak, Bantuan Logistik Dikirim ke Desa Terdampak Gempa di Elar



“Kalau rumah sudah rusak, jangan dipaksakan untuk masuk. Kita tidak pernah tahu kapan gempa susulan terjadi. Yang paling penting sekarang adalah keselamatan Bapak dan Ibu semua,” kata Suharyanto.

Mengacu pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan di kawasan terdampak cenderung memiliki kekuatan lebih rendah dibandingkan gempa utama. Meski demikian, warga diminta tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan memilih lokasi aman selama kondisi belum sepenuhnya stabil.

“Jangan panik, tetapi jangan lengah. Tetap berada di tempat yang aman, ikuti arahan petugas, dan jangan kembali ke rumah yang rusak sebelum dipastikan aman,” kata dia.

 

Baca Juga: Pemkab Manggarai Timur Percepat Bantuan Pascagempa, 60 Ton Beras Disalurkan ke 12 Kecamatan

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X