Trip Labuan Bajo– Lombok Mendadak Batal, Empat Turis Asing Justru Membawa Pulang Rp14 Juta

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Sabtu, 8 Agustus 2026 | 22:07 WIB
Empat wisatawan asing menerima pengembalian dana penuh Rp14 juta seusai mediasi bersama Sat Pamobvit Polres Manggarai Barat di Labuan Bajo, NTT. (Foto TBN Polres Manggarai Barat)
Empat wisatawan asing menerima pengembalian dana penuh Rp14 juta seusai mediasi bersama Sat Pamobvit Polres Manggarai Barat di Labuan Bajo, NTT. (Foto TBN Polres Manggarai Barat)

 

 

REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO- Empat wisatawan mancanegara yang gagal berlayar dari Labuan Bajo menuju Lombok justru membawa pulang dana Rp14 juta setelah agen perjalanan mengembalikan seluruh biaya perjalanan yang telah dibayarkan.

Pengembalian dana penuh dilakukan setelah Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pamobvit) Polres Manggarai Barat memediasi sengketa antara wisatawan dan penyedia jasa pelayaran yang beroperasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kasat Pamobvit Polres Manggarai Barat IPTU I Komang Agus Budiawan mengatakan proses mediasi berlangsung sejak Selasa (4/8/2026) siang hingga Rabu (5/8/2026) dini hari. Hasilnya, kedua pihak menyepakati penyelesaian damai dengan pengembalian dana penuh kepada para wisatawan.

 

 

Baca Juga: Dituding Tebang Pilih, Polres Manggarai Barat Tegaskan Penanganan Konflik Lengkong Warang Sesuai Prosedur Hukum

 



“Pihak travel agent bersedia mengembalikan seluruh dana wisatawan sebesar Rp14 juta. Kami memfasilitasi penyelesaian agar hak konsumen terpenuhi dan prosesnya berlangsung secara terbuka,” kata Komang saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).

Empat wisatawan tersebut terdiri atas tiga warga negara Spanyol, termasuk Luna Arroyo Juan Maria, dan satu warga negara Kolombia. Mereka mendatangi Polres Manggarai Barat setelah kesulitan menghubungi agen perjalanan menjelang jadwal keberangkatan kapal menuju Lombok.

Petugas kemudian memeriksa dokumen perjalanan para wisatawan dan menghubungi penanggung jawab agen perjalanan. Setelah komunikasi tersambung, dilakukan klarifikasi untuk mengetahui penyebab pembatalan pelayaran.

 

 

Baca Juga: Salah Paham Dugaan Penjualan Minyak Tanah ke Warga Luar Fatululi Berujung Perselisihan Antarwarga di Kupang

 



Menurut Komang, kapal yang dijadwalkan mengangkut para wisatawan mengalami kerusakan mesin saat berada di perairan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kondisi tersebut membuat kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Labuan Bajo.

“Kendala teknis seperti kerusakan mesin kapal bisa terjadi dalam pelayaran, tetapi komunikasi kepada wisatawan harus tetap berjalan. Jangan sampai wisatawan merasa ditelantarkan,” ujarnya.

Polres Manggarai Barat juga mengingatkan pelaku usaha pariwisata di kawasan Labuan Bajo untuk memperkuat sistem komunikasi saat terjadi gangguan operasional, sehingga pelayanan kepada wisatawan tetap terjaga.

 

Halaman:

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X