Presiden rabowo Siap Berangkat ke Korea Utara demi Membuka Jalur Perdamaian

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan mengenai politik luar negeri Indonesia dalam pertemuan bersama pengusaha Kadin Pusat dan Daerah di Jakarta. (Foto tangkapan layar Youtube @Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan mengenai politik luar negeri Indonesia dalam pertemuan bersama pengusaha Kadin Pusat dan Daerah di Jakarta. (Foto tangkapan layar Youtube @Sekretariat Presiden)

REPORTASENTT.COM, JAKARTA-  Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya melakukan kunjungan ke Korea Utara apabila diminta secara resmi untuk membantu membuka jalur dialog di Semenanjung Korea.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pertemuan dengan pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat dan Daerah di Jakarta, 31 Juli 2026.

Prabowo mengungkapkan, permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Republik Korea ketika dirinya melakukan kunjungan terakhir ke Korea Selatan.

 

Baca Juga: Unggahan Viral di X Ingatkan Tenaga Medis: Pasien BPJS Bukan Penerima Gratisan, Berhak Dapat Pelayanan Bermartabat

 

Menurut Prabowo, Indonesia dinilai memiliki posisi yang dapat diterima berbagai pihak karena tidak membawa kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Dalam forum tersebut, Prabowo menjelaskan politik luar negeri Indonesia tetap berpijak pada prinsip bebas aktif yang telah menjadi fondasi diplomasi nasional sejak lama.

Indonesia memilih menjaga hubungan baik dengan berbagai negara dan kekuatan dunia tanpa berpihak pada blok tertentu.

 

 

Baca Juga: Setelah Pasien BPJS Meninggal, Nakes RSUD Waingapu di NTT Minta Maaf atas Komentar Viral



Ia menyebut Indonesia menjalin hubungan yang baik dengan Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan negara lain.

Sikap tersebut, menurutnya, membuat Indonesia lebih mudah diterima dalam berbagai forum internasional.

Prabowo juga menyampaikan Indonesia berusaha menjaga hubungan yang setara dengan semua negara sebagai bagian dari prinsip non-alignment atau politik bebas aktif.

 

 

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X