REPORTASENTT.COM, LARANTUKA,- Ajang Pemuda Pelopor Lompatan Jauh 2026 menjadi ruang bagi generasi muda di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, untuk memperlihatkan gagasan, inovasi, serta kiprah dalam mengembangkan potensi daerah.
Program yang digelar Pemerintah Kabupaten Flores Timur sejak Juli 2026 itu memberikan penghargaan kepada pemuda yang dinilai mampu menghasilkan karya dan menggerakkan potensi lokal melalui berbagai bidang kepeloporan.
Salah satu peserta yang mendapat apresiasi berasal dari Desa Helanlangowuyo, Kecamatan Ile Boleng. Ia mengembangkan usaha berbasis potensi pertanian melalui P4S Afro Farm II.
Baca Juga: Pemkab Manggarai Timur Percepat Bantuan Pascagempa, 60 Ton Beras Disalurkan ke 12 Kecamatan
Pengembangan usaha tersebut menjadi bagian dari kiprah Yulius Suban Mengu dalam mendorong kegiatan ekonomi berbasis pertanian sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan generasi muda di wilayahnya.
Menurut Yulius, pengembangan potensi daerah membutuhkan keberanian generasi muda untuk mengambil peran serta membangun jejaring dengan berbagai pihak.
“Bagi kami, Afro Farm sendiri melihat ini sebagai salah satu lompatan produktivitas yang sangat luar biasa dari Pemda Flores Timur untuk mendukung anak muda. Bonus demografi harus kita jemput, tidak boleh ditunggu,” kata Yulius.
Baca Juga: Pemkab Manggarai Timur Bergerak, Bantuan Logistik Dikirim ke Desa Terdampak Gempa di Elar
Ia menyebut Flores Timur memiliki potensi yang dapat dikembangkan dari sektor darat hingga laut. Karena itu, generasi muda perlu melihat peluang di wilayah masing-masing dan mengolahnya menjadi kegiatan produktif.
“Ketika angkatan kerja semakin banyak, mari kita bekerja dan berbuat untuk wilayah kita. Setiap wilayah memiliki potensi yang sangat luar biasa, dari laut sampai darat. Anak muda perlu berpikir bagaimana mengoptimalkan potensi yang ada,” katanya.
Yulius juga menilai jejaring, komunikasi, dan kolaborasi menjadi unsur penting dalam mengembangkan usaha. Menurut dia, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan pemerintah, swasta, serta masyarakat.
Baca Juga: Warga Elar di Manggarai Timur Terjebak Keterbatasan Pascagempa, Bantuan dan Pemerintah Belum Tiba
“Usaha jangan berjalan sendiri-sendiri. Kita perlu berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, dari pemerintah, swasta, hingga seluruh lapisan masyarakat. Membangun Flores Timur berarti membangun kebersamaan,” katanya.
Ia berharap gerakan kepemudaan dapat melahirkan lebih banyak pelopor yang mampu menjadi penggerak sekaligus membuka peluang bagi munculnya inisiatif baru di tengah masyarakat.
“Dalam pergerakan kepemudaan, pelopor harus menjadi pemantik untuk menyemangati saudara-saudara kita yang lain dan memunculkan embrio-embrio luar biasa ke permukaan,” katanya.
Artikel Terkait
Gempa M 7,7 Guncang Flores, Fransiskan dan JPIC OFM Indonesia Gerakkan Lima Posko Kemanusiaan
Warga Elar di Manggarai Timur Terjebak Keterbatasan Pascagempa, Bantuan dan Pemerintah Belum Tiba
Gempa Guncang Flores, Mentan Amran Kerahkan 5.386 Ton Beras untuk Empat Kabupaten
Pemkab Manggarai Timur Bergerak, Bantuan Logistik Dikirim ke Desa Terdampak Gempa di Elar
Pemkab Manggarai Timur Percepat Bantuan Pascagempa, 60 Ton Beras Disalurkan ke 12 Kecamatan