Gempa M 7,7 Guncang Flores, Fransiskan dan JPIC OFM Indonesia Gerakkan Lima Posko Kemanusiaan

Photo Author
Florianus Harson, Reportase NTT
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:28 WIB
Tim JPIC OFM memeriksa kesehatan warga terdampak gempa di Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT. (Foto: JPIC OFM)
Tim JPIC OFM memeriksa kesehatan warga terdampak gempa di Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT. (Foto: JPIC OFM)

 

REPORTASENTT.COM, NAGEKEO- Gempa bumi tektonik dangkal berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA.

Guncangan tersebut berdampak pada sejumlah kabupaten di Pulau Flores, dengan korban jiwa, luka-luka, kerusakan bangunan, dan ribuan warga yang harus mengungsi.

Data cepat hingga Minggu (16/8/2026) pukul 19.00 WIB mencatat 51 orang meninggal dunia dan 182 orang mengalami luka-luka. Lebih dari 5.000 warga masih berada di lokasi pengungsian akibat dampak gempa.

 

 

Baca Juga: Akibat Gempa, Rumah Warga Manggarai Timur Ambruk, Dua Kendaraan Tertimbun Reruntuhan



Korban meninggal dunia tersebar di enam kabupaten. Manggarai mencatat jumlah korban terbanyak dengan 23 orang meninggal dan 119 orang luka-luka. Di Manggarai Timur, 20 orang meninggal dan 24 orang luka-luka.

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat empat orang meninggal dan 17 orang luka-luka. Di Ende terdapat dua korban meninggal dan 14 orang luka-luka.

Manggarai Barat mencatat satu orang meninggal dan enam orang luka-luka, sedangkan Nagekeo mencatat satu orang meninggal dan dua orang luka-luka.

 

Baca Juga: Kacab BRI Tinjau KCP Wae Reca yang Ambruk, Layanan Nasabah Dialihkan ke Unit Borong



Kerusakan juga terjadi pada bangunan permukiman dan fasilitas publik. Sebanyak 1.639 rumah warga terdampak, terdiri atas 841 rumah rusak berat, 48 rusak sedang, 174 rusak ringan, serta 576 rumah yang masih dalam proses klasifikasi.

Selain rumah warga, sebanyak 167 fasilitas umum mengalami kerusakan. Rinciannya meliputi 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintahan.

Situasi tersebut mendorong jaringan Fransiskan memperluas respons kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak. JPIC OFM Indonesia berkoordinasi dengan Provinsi OFM St. Mikhael Indonesia dan jaringan Fransiskan di berbagai daerah untuk mendukung penanganan warga pascagempa.

 

Baca Juga: Waspada Calo Trip Bodong, Penipuan Paket Wisata Rp244 Juta Bikin 22 Turis China Terlantar di Labuan Bajo



Lima posko Fransiskan kemudian disiapkan di wilayah terdampak. Pastor Alsis Goa, OFM, menyampaikan hal itu kepada Beritasatu, Senin (17/8/2026).

“Lima posko Fransiskan telah didirikan untuk melayani warga terdampak,” kata Pastor Alsis.

Posko Aeramo di Kabupaten Nagekeo melayani pengungsian, dapur umum, layanan kesehatan, distribusi logistik, serta asesmen kebutuhan warga. Posko Kurubhoko, Karot, Pagal, dan Tentang difokuskan pada distribusi logistik, layanan kesehatan, dan asesmen.

Halaman:

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X