Akibat Gempa, Rumah Warga Manggarai Timur Ambruk, Dua Kendaraan Tertimbun Reruntuhan

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:30 WIB
Rumah warga di Desa Nanga Labang, Manggarai Timur, ambruk akibat gempa, sementara dua sepeda motor mengalami kerusakan akibat tertimpa material bangunan dari rumah. (Foto Yos Syukur)
Rumah warga di Desa Nanga Labang, Manggarai Timur, ambruk akibat gempa, sementara dua sepeda motor mengalami kerusakan akibat tertimpa material bangunan dari rumah. (Foto Yos Syukur)

 

 

REPORTASENTT.COM, BORONG- Guncangan gempa pada Sabtu (15/8/2026) pagi membuat sebuah rumah warga di Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), ambruk.

Rumah tersebut merupakan milik Herman Yoseph Japi yang ditempati bersama istri, anak, menantu, dan cucu. Saat guncangan terjadi, seluruh anggota keluarga berusaha keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.

Dalam proses evakuasi, istri Herman tertimpa material bangunan hingga mengalami luka pada kaki kanan.

 

 

Baca Juga: Kacab BRI Tinjau KCP Wae Reca yang Ambruk, Layanan Nasabah Dialihkan ke Unit Borong



“Saat gempa kami keluar, namun istri saya terkena runtuhan bangunan,” kata Herman kepada Beritasatu, Minggu (16/8/2026).

Herman kemudian melaporkan kondisi rumah dan keluarganya kepada pemerintah desa. Setelah kejadian, ia bersama keluarganya memilih mengungsi ke posko bantuan di Polres Manggarai Timur.

Di posko tersebut, keluarga Herman mendapat makanan dan tempat untuk bermalam. Sementara istrinya memperoleh perawatan dari tenaga kesehatan akibat luka yang dialami saat menyelamatkan diri.

 

Baca Juga: SAR Hari Kedua Gempa Flores Diperluas, Pencarian Sasar Tiga Kabupaten


Kondisi rumah yang tidak lagi dapat ditempati membuat Herman berharap mendapat bantuan kebutuhan dasar, termasuk makanan, obat-obatan, dan tenda.

“Saya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan makanan, obat-obatan dan tenda agar kami bisa menginap dekat rumah. Masih banyak barang berharga kami di dalam reruntuhan,” katanya.

Herman tinggal bersama anak dan menantunya. Tiga balita juga berada dalam keluarga tersebut sehingga kebutuhan tempat tinggal sementara menjadi persoalan utama setelah rumah mereka ambruk.

 

Baca Juga: Basarnas: Korban Gempa M7,7 Nagekeo Jadi 90 Orang, Operasi SAR Masih Berlangsung



Selain kehilangan tempat tinggal, keluarga Herman menghadapi kerugian akibat dua kendaraan miliknya tertimpa material bangunan. Kedua kendaraan tersebut mengalami kerusakan parah.

Salah satu kendaraan yang rusak merupakan sepeda motor Honda Scoopy yang baru dibeli secara kredit. Motor tersebut digunakan anak Herman untuk bekerja sebagai pengemudi ojek.

“Anak saya bekerja sebagai tukang ojek. Motor Scoopy baru saja dikredit agar anak saya bisa bekerja sebagai ojek dan menghidupi keluarganya. Namun motor tersebut rusak parah akibat reruntuhan rumah setelah gempa kemarin,” kata Herman.

 

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X