Aktivitas Gempa Masih Berlangsung, Pemprov NTT Perpanjang Tanggap Darurat Flores

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:41 WIB
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin rapat koordinasi penanganan gempa Flores di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Ende, Kamis malam. (Foto/ Baldus Sae )
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin rapat koordinasi penanganan gempa Flores di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Ende, Kamis malam. (Foto/ Baldus Sae )

REPORTASENTT.COM, ENDE- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Flores selama 14 hari. Kebijakan tersebut berlaku mulai 29 Agustus hingga 12 September 2026.

Keputusan itu diambil Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam rapat koordinasi penanganan gempa yang berlangsung di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Ende, Kamis (27/8/2026) malam.

Rapat digelar secara hybrid dan diikuti Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emilia J. Nomleni, jajaran Forkopimda provinsi, para bupati di wilayah terdampak, pimpinan perangkat daerah Pemerintah Provinsi NTT, serta Forkopimda kabupaten.

 

Baca Juga: Viral Guru Tunjukkan Benda Diduga Peluru di Daging Menu MBG, SPPG Sindangsari Disuspend



Perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi perkembangan kondisi di sejumlah daerah terdampak.

Aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung menjadi salah satu pertimbangan utama dalam keputusan tersebut.

“Dengan melihat situasi yang ada, kita akan perpanjang masa tanggap darurat provinsi. Saya juga lihat semua kabupaten hampir sama, kita perpanjang lagi masa tanggap darurat selama dua minggu,” kata Emanuel Laka Lena.

 

Baca Juga: IKTL Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual melalui Kerja Sama dengan Kanwil Kemenkum NTT



Ia menyebut masa tanggap darurat tidak mengharuskan seluruh aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat dihentikan.

Pelayanan publik justru perlu dipulihkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi serta tingkat keamanan setiap wilayah.

Menurut Melki, sektor kesehatan telah menerapkan pola pelayanan dan evaluasi harian untuk menjaga akses masyarakat terhadap layanan medis, termasuk di tengah kerusakan sejumlah fasilitas kesehatan.

 

Baca Juga: Mendiktisaintek Tinjau Penanganan Gempa Manggarai, 5.000 Mahasiswa NTT Dibebaskan dari UKT



“Selama masa tanggap darurat tersebut, kita segera juga mengaktifkan beberapa kegiatan. Bagian Kesehatan saya lihat sudah punya pola tersendiri di bawah asuhan Pak Menkes. Saya pikir pola yang sama juga bisa kita pakai di semua bidang, walaupun masih masa tanggap darurat,” katanya.

Sektor pendidikan turut menjadi perhatian pemerintah provinsi. Melki meminta aktivitas pembelajaran mulai dipersiapkan untuk kembali berjalan pada pekan berikutnya, dengan penyesuaian terhadap kondisi sekolah dan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

“Termasuk sektor pendidikan pun saya kira perlu segera diaktifkan. Jadi, walaupun tanggap darurat, pendidikan pun diaktifkan dengan cara yang tetap menjaga keselamatan peserta didik,” katanya.

 

 

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X